Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Harus Atasi Berbagai Tantangan untuk Meningkatkan Pendapatan

📅 Jumat, 08 Des 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
RI Harus Atasi Berbagai Tantangan untuk Meningkatkan Pendapatan Doc: Sumber: BPS - KORAN JAKARTA/ONES

» Ekonomi Indonesia harus tumbuh 7-7,5 persen per tahun kalau ingin menjadi negara maju pada 2045.

» Kebergantungan secara substansial terhadap bahan baku impor harus dikurangi secara progresif.

JAKARTA - Asian Development Bank (ADB) menilai pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia harus tumbuh melebihi rata-rata pada masa sebelum pandemi agar mampu jadi negara maju pada 2045.

Vice President of East and Southeast Asia, and the Pacific ADB, Scott Morris, menyampaikan bahwa di tengah fragmentasi ekonomi global saat ini, Indonesia masih memiliki peluang besar untuk jadi negara maju.

"Pertumbuhan PDB harus melebihi rata-rata sebelum pandemi, dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) yang diusulkan pada 2025-2045 oleh Kementerian PPN/ Bappenas, memperkirakan bahwa PDB perlu tumbuh rata-rata di atas 6 persen per tahun, jauh di atas rata-rata sebelum pandemi sebesar 5,3 persen," kata Scott Morris dalam Annual International Forum of Economic Development and Public Policy (AIFED) 2023 di Bali.

Menurut dia, Indonesia mempunyai berbagai tantangan yang harus diatasi agar mampu menjadi negara berpenghasilan tinggi (high income country) pada 2045. Beberapa tantangan tersebut mencakup tensi geopolitik yang saat ini tengah memanas, perubahan iklim dan masih tingginya angka kesenjangan infrastruktur di Indonesia.

Sebagai upaya mengatasi tantangan tersebut, Scott Morris menilai pemerintah telah melakukan reformasi struktural secara bertahap guna mendorong arus investasi agar dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan memperbaiki iklim dunia usaha di Indonesia.

Selain itu, fokus hilirisasi industri yang dijalankan saat ini juga memiliki potensi besar dalam menunjang pertumbuhan ekonomi.

"Dari segi transisi energi global akan memacu peningkatan sumber daya primer, seperti nikel, lithium, dan energi terbarukan sehingga menawarkan peluang yang sangat menjanjikan untuk meningkatkan potensi pertumbuhan perekonomian Indonesia," katanya.

Lebih lanjut, Scott Morris mengatakan bahwa ekonomi Indonesia telah menunjukkan ketangguhannya semasa pandemi Covid-19 dengan awalnya kontraksi 2,1 persen pada 2020, menjadi 5,3 persen pada 2022. Ke depan, ADB memproyeksikan perekonomian Indonesia akan tumbuh sebesar 5 persen pada 2023 dan 2024.

Produk Domestik

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Jakarta, YB. Suhartoko, mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia memang harus tumbuh sekitar 7-7,5 persen per tahun kalau ingin menggapai impian menjadi negara maju pada 2045.

"Apakah bisa? Sangat tergantung bagaimana sumber-sumber pertumbuhan baru harus dipastikan dan digarap dengan serius," kata Suhartoko.

Dari sisi pengeluaran, papar dia, konsumsi masih bisa sebagai sumber pertumbuhan, namun pola konsumsi harus didorong ke konsumsi barang-barang domestik untuk memperkuat dunia usaha, sehingga menimbulkan multiplier effect yang lebih besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.