RI Harus Atasi Berbagai Tantangan untuk Meningkatkan Pendapatan
📅 Jumat, 08 Des 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiPengeluaran pemerintah harus lebih efektif dan efisien dari sisi alokasi dengan meminimkan kebocoran anggaran. Pencairan anggaran yang terkonsentrasi pada akhir tahun terutama di daerah membuat pertumbuhan ekonomi juga tidak maksimum. Oleh karena itu, harus ada terobosan untuk memperbaiki kebiasaan itu.
Dari struktur industri sudah seharusnya dilakukan manufakturisasi yang lebih menciptakan nilai tambah dibandingkan industri pertanian dan komoditas primer. Peningkatan sektor jasa harus dikaitkan sebagai penyangga industri manufaktur.
"Kebergantungan secara substansial terhadap bahan baku impor harus dikurangi secara progresif sehingga keterkaitan antar-industri semakin kuat," kata Suhartoko.
Sementara itu, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, mengatakan untuk bisa mencapai pertumbuhan di atas 6 persen per tahun diperlukan investasi yang mendatangkan serapan tenaga kerja dengan nilai tambah yang tinggi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bhima mencontohkan kalau ada investasi perusahaan smelter nikel, namun serapan tenaga kerja lokalnya sedikit dan olahan nikelnya tidak sampai menjadi baterai maka investasi seperti itu lebih baik ditahan dulu untuk tidak masuk.
"Investasi harus selektif. Selain itu, potensi ekonomi hijau dan ekonomi biru juga penting. Indonesia punya potensi pertumbuhan yang bersumber dari transisi energi, hingga perikanan asalkan dikelola secara tepat," kata Bhima.
Untuk tumbuh di atas 6 persen, maka kredit perbankan harus tumbuh 18 persen per tahun. Pada saat ini, kredit perbankan masih tumbuh di kisaran 10-12 persen per tahun, artinya masih jauh dari target pertumbuhan ekonomi 6 persen per tahun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!