Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Aleksandria, Ibu Kota Intelektual Dunia Kuno

📅 Jumat, 08 Des 2023, 06:10 WIB | Oleh:

Dinasti Ptolemeus juga tidak main-main. Misi mereka diungkapkan dalam hukum Aleksandria. Setiap kapal yang memasuki pelabuhan besar harus menyerahkan semua buku di dalamnya sesuai hukum. Ini kemudian disalin, dan aslinya diserahkan kembali kepada pemiliknya.

Memiliki perpustakaan yang bagus memang mengesankan, tetapi tidak banyak gunanya jika tidak menarik pembacanya. Untuk itu Dinasti Ptolemeus mengumpulkan karya para sarjana besar serta teks-teks kuno di sebuah museum. Perpustakaan Besar Aleksandria hanyalah salah satu bagian dari kompleks yang jauh lebih besar yang disebutMusaeumatauMouseion.

Ilmu Pengetahuan

MusaeumatauMouseiondiartikan sebagai sebagai kuil para Muses atau para dewi. Dari situlah masyarakat modern mengenal kata museum dengan beragam variasi kata. NamunMusaeumitu bukanlah museum seperti yang saat ini, karena tempat ini terdiri dari ruang makan bersama dan ruang belajar yang dihubungkan oleh jalan setapak bertiang. Beberapa cendekiawan terhebat di dunia dibayar untuk tinggal di sana untuk menekuni banyak minat mulai dari matematika hingga astronomi, sejarah, sastra, dan bahkan beberapa ilmu pengetahuan lainnya.

Musaeumini kini lebih mirip universitas modern yang mendorong pemikiran bebas dan penyelidikan intelektual, dan para akademisi tergoda untuk tetap menggunakan fasilitas kelas dunia. Didalamnya juga terdapat koleksi yang menyaingi koleksi Aristoteles.

Untuk pengembangan ilmu astronomi dibuat observatorium. DiMusaeumbahkan memiliki observatorium astrologi sendiri. Cendekiawan yang terkenal di sini adalah Claudius Ptolemeus yang ahli matematika, astrolog, ahli geografi, dan astronom.

Saat berada di Aleksandria, Ptolemeus membuat katalog bintang-bintang dan membuat beberapa penemuan matematika yang menakjubkan. Model tata surya yang ia ciptakan saat bekerja di observatorium digunakan hingga Copernicus akhirnya menemukan model yang lebih akurat pada abad ke-16, hampir 1400 tahun kemudian.

Claudius Ptolemeus tidak sendirian. Peramal lain yang kurang terkenal sebenarnya mengantisipasi karya Copernicus saat bekerja di observatorium Aleksandria. Dikenal sebagai Aristarchus dari Samos, ia menemukan model heliosentris pertama tata surya dan jauh melampaui orang-orang sezamannya.

Di Aleksandria juga berkembang ilmu kedokteran. Pengobatan para era kuno mencapai puncaknya pada masa pemerintahan Raja Ptolemeus di Mesir. Ketika para dokter di Yunani kuno lebih mempelajari anatomi tubuh manusia, para dokter di Aleksandria cenderung berfokus pada model teoritis tentang cara kerja tubuh manusia.

Oleh karenanya, kota ini menghasilkan sarjana kedokteran terkenal seperti Herophilus dan Erasistratus yang menulis teks-teks penting yang diwariskan. Selama berabad-abad karyanya dan menjadi dasar bagi pengobatan di kemudian hari.

Kota kuno Aleksandria juga menjadi tempat bagi kemajuan matematika dan teknik khususnya dalam penggunaan praktisnya. Salah satu ilmuwan yang paling terkenal adalah Euclid yang karyanya bernama unsur atau elemen, masih diajarkan dalam perkuliahan matematika hingga saat ini.

Ilmuwan di Aleksandria tidak hanya tertarik pada teori matematika, fokusnya adalah pada penggunaan praktisnya dengan menghasilkan beberapa insinyur terhebat di dunia kuno. Misalnya Archimedes, yang menemukan Sekrup Archimedes pada abad ketiga SM (alat yang digunakan untuk menaikkan air) dan menemukan derek dan katrol awal dan menggunakan kehebatan matematika dan tekniknya untuk mengembangkan bentuk dasar jarum jam. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Lumpuh Total, Listrik di Se...

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam,  Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam, Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.