Penemuan Roda Terinspirasi oleh Alat Pembuat Tembikar
📅 Selasa, 05 Des 2023, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Istimewa
Roda yang terlihat sederhana menjadi penemuan penting dan revolusioner pada zaman kuno. Dalam sejarahnya alat ini diduga terinspirasi dari alat pembuat tembikar yang berputar.
Penemuan roda dapat dijumpai pada era Mesir kuno dan Mesopotamia. Di Mesir, roda digunakan untuk membangun piramida. Sedangkan di tempat kedua, roda digunakan untuk menggulung alat berat. Sementar orang Polinesia memanfaatkannya untuk memindahkan patung batu Moai di Pulau Paskah, Cile.
Namun penggelinding (roller) tidak terlalu efisien karena harus diganti saat menggelinding ke depan. Meskipun terjepit di bawahnya, gesekan membuat roller sangat sulit untuk digerakkan. Maka diciptakan solusi dengan memasang poros (axle) antara keduanya.
Namun meskipun penggelinding tersebut sudah kuno, tampaknya tidak ada seorang pun, di mana pun, yang menemukan roda dan porosnya. Diduga hal ini terinspirasi dari seorang pembuat tembikar yang cerdik sekitar 6.000 tahun yang lalu. Hal ini karena poros tertua yang pernah ditemukan tidak terdapat pada gerobak, melainkan pada roda tembikar di Mesopotamia.
Roda tembikar Ini mungkin tampak seperti mesin sederhana. Namun hal ini menjadi bukti pertama bahwa siapapun dimanapun mengenali pusat piringan yang berputar tidak bergerak dan menggunakannya untuk keuntungan mekanis mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun terdapat lompatan intelektual besar lainnya antara roda pembuat tembikar dan seperangkat roda pada benda yang berputar. Satu set roda lengkap tampaknya pertama kali ditemukan oleh leluhur pembuat tembikar karena poros tertua di dunia terbuat dari tanah liat dengan panjang sekitar dua inci yang digerakkan oleh binatang yang berjalan berputar.
Pada bulan Juli 1880, arkeolog Désiré Charnay menemukan set roda pra-Columbus pertama di Amerika. Itu ada pada patung anjing hutan kecil yang dipasang pada empat roda. Ia menemukannya di makam seorang anak Aztec yang dimakamkan di selatan Mexico City.
Seperti dugaan Charnay dalam bukunya The Ancient Cities of the New World, mainan itu adalah kenang-kenangan dari seorang ibu yang disebut penuh kasih sayang, yang seiring berjalannya waktu, menguburkannya bersama anak kesayangannya, tulis dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Anak Aztec hidup ribuan tahun setelah penemunya di dataran tinggi tetapi sebelum orang Eropa tiba dengan roda mereka di Amerika. Hal ini menunjukkan bahwa baik di Dunia Baru maupun Dunia Lama, leluhur pembuat tembikar secara mandiri menemukan roda dan poros untuk membuat sebuah mainan.
Penemuan versi kecil yang sekarang disebut model atau prototipe hampir selalu mendahului penemuan yang lebih besar. Mereka jauh lebih mudah untuk dibuat, memakan waktu jauh lebih sedikit, dan memungkinkan penemu dengan cepat menemukan potensi masalah dan menemukan solusi.
Meski begitu cerdik, mainan mereka tidak memicu revolusi masyarakat. Orang yang mengubahnya menjadi roda ukuran penuh beberapa ratus tahun kemudian melakukannya. Gerobak ukuran penuh pertama kali muncul sekitar 5.400 tahun yang lalu. Ini merupakan salah satu penemuan pertama dalam sejarah yang menjadi viral.
Para arkeolog telah menemukan gerobak berukuran penuh dari Irak selatan hingga Jerman dalam jarak beberapa ratus tahun satu sama lain pada saat hambatan budaya sangat sulit ditembus. Tampak ketika itu kereta pengangkut itu sangat berguna.
Penulir popular Cody Cassidy bertanya kepada David Anthony, seorang antropolog dan penulis The Horse, the Wheel, and Language, tentang apa yang menjelaskan perkembangan roda pada gerobak tersebut.
"Ini mungkin adalah mesin kayu terbesar yang pernah ada dan pernah dilihat," kata Anthony pada leman Wired. "Suaranya pasti berisik. Laju gerobak lambat karena dihela oleh sekelompok lembu yang merupakan salah satu hewan terbesar di padang rumput," imbuh dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!