Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Disperindag Palu: Lonjakan Harga Cabai Rawit Akibat Gangguan Produksi

📅 Minggu, 03 Des 2023, 19:41 WIB | Oleh:
Disperindag Palu: Lonjakan Harga Cabai Rawit Akibat Gangguan Produksi Doc: ANTARA/Muhammad Izfaldi
Ket. Ilustrasi - Pedagang sedang membersihkan cabai rawitnya saat berjualan di trotoar pasar Inpres Manonda, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Minggu (12/6).

PALU - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu, Sulawesi Tengah, menyebutkan lonjakan harga komoditas cabai rawit dari Rp50 ribu menjadi Rp120 ribu per kilogram di pasaran karena adanya gangguan produksi terkait faktor alam.

"Lonjakan harga akibat stok berkurang karena produksi petani berkurang akibat cuaca," kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Palu Adriani di Palu, Minggu.

Ia menjelaskan pedagang memperoleh komoditas cabai dari petani dengan harga tinggi akibat gagal panen sehingga harga di pasaran mengalami lonjakan drastis.

Biasanya pedagang menjual cabai rawit di kisaran Rp50 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram, saat ini harga mengalami peningkatan tajam menjadi Rp95 ribu hingga Rp120 per kilogram.

"Untuk saat ini langkah yang dilakukan pemerintah yakni memantau ketersediaan cabai jangan sampai kosong di pasar, kami tidak bisa mengintervensi harga karena kondisi ini dipengaruhi faktor alam," ujarnya.

Menurut dia, fluktuasi harga tidak terlepas dari kondisi dimana ketika terjadi kekurangan stok di tingkat pedagang maka harga meningkat, begitu pun sebaliknya saat stok melimpah harga turun.

Oleh sebab itu, dalam menjaga keberadaan bahan pokok di pasaran pemerintah daerah (pemda) melakukan pemantauan seluruh komoditas pangan utama mulai dari tingkat distributor hingga pedagang guna menjaga stabilitas harga, supaya komoditas tertentu mengalami lonjakan tidak mempengaruhi komoditas lainnya.

"Selain melakukan pemantauan harga, pemda juga melakukan intervensi melalui pasar murah, dan langkah ini dinilai sangat membantu masyarakat memperoleh komoditas dengan harga yang wajar," tutur Adriani.

Menurut pemantauan instansi terkait, selain cabai, harga beras juga masih mengalami lonjakan dan saat ini berada di kisaran harga Rp15 ribu per kilogram.

"Kebijakan pengendalian harga perlu keterlibatan para pihak, di antaranya Bulog maupun distributor. Pemerintah sulit bergerak sendiri tanpa dukungan pihak-pihak terkait," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.