Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Pembangunan Harus Berwawasan Kependudukan

28 Sabtu, 02 Des 2023, 01:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pembangunan Harus Berwawasan Kependudukan Pembangunan Harus Berwawasan Kependudukan Doc: antaranews
Ket. Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bonivasius Prasetya Ichtiarto.

JAKARTA - Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bonivasius Prasetya Ichtiarto menyatakan pembangunan Bangsa Indonesia mesti berwawasan kependudukan apabila ingin menuai hasil yang baik.

"Manusia adalah bagian dari kependudukan. Jika manusia tidak mengetahui kependudukan, rencana pembangunan yang dibuat hanya sekadar di atas meja. Maka, untuk merencanakan pembangunan haruslah berwawasan kependudukan," kata dia dalam keterangan di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan hal tersebut saat menghadiri seminar dengan tema "Sinkronisasi dan Sinergitas Kebijakan Pembangunan Berwawasan Kependudukan" di Kota Tidore, Maluku Utara.

Ia menegaskan ketika merencanakan pembangunan, baik di level nasional, provinsi atau kota, yang menikmati hasil pembangunan adalah manusia sehingga isu-isu kependudukan dan segala tantangannya penting untuk menjadi perhatian. "Ketika kita ingin berhasil dalam rencana pembangunan, kita harus memperhatikan penduduk kita," katanya.

Untuk mengoptimalkan rencana pembangunan yang berwawasan kependudukan, BKKBN bekerja sama dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam menyusun Grand Desain Pembangunan Kependudukan (GDPK).

Di dalam GDPK tersebut terkandung lima pilar, yakni pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk, pembangunan keluarga, pengarahan mobilitas penduduk, dan pengembangan basis data kependudukan.

"Untuk itu, diharapkan pemerintah provinsi, kabupaten, maupun kota juga membuat GDPK sesuai dengan kondisi per wilayah, dengan berasaskan lima pilar tersebut, karena setiap gagasan tentunya berbeda-beda pada setiap daerah," ujar dia.

Keluarga Berkualitas

BKKBN juga terus berupaya membuat kerangka besar untuk mengoptimalkan Kampung Keluarga Berkualitas (KB). "Tahun 2016, Pak Presiden pernah mencanangkan Kampung Keluarga Berencana di Cirebon, Jawa Barat, dan berhasil. Selanjutnya, Kampung Keluarga Berencana tersebut bertransformasi menjadi Kampung Keluarga Berkualitas," katanya.

Menurutnya, peningkatan kualitas kependudukan melalui program keluarga berkualitas akan memudahkan daerah untuk membuat program-program yang lebih tepat sasaran, utamanya dalam rangka menurunkan angka stunting, pengentasan kemiskinan, serta upaya-upaya yang saling berkaitan lainnya.

"Berhasilnya program kependudukan ini memiliki dampak baik bagi daerah-daerah penyelenggara, yakni terciptanya keluarga yang mandiri, tenteram, dan bahagia," ucap Boni.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan instansi terkait, melalui partisipasi masyarakat, swasta, dan akademisi untuk menghadapi isu-isu kependudukan, demi tercapainya Indonesia berkualitas yang dimulai dari lingkungan terkecil yakni keluarga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Wali Kota Tangerang Ajak Ge...
Megapolitan
Sampah Jadi Ladang Bisnis, ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi  Triliunan Rupiah

RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi Triliunan Rupiah

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.