Efektivitas Kebijakan Impor Beras Diragukan Bisa Meredam Kenaikan Harga
📅 Kamis, 30 Nov 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Kan jelas harga beras mahal itu karena biaya pupuknya mahal, biaya distribusinya naik, dan itu sangat terlambat diintervensi pemerintah," kata Bhima.
Malah, kata Bhima, pemerintah menggabungkan antara izin impor beras dengan BLT El Nino. "Artinya, ada kecenderungan dana pemerintah yang dicairkan ke BLT akan digunakan oleh masyarakat miskin untuk beli beras impor. Ini ibarat kasih uang, tapi yang untung bukan petani, melainkan importir pangan," tegasnya.
Produktifitas Dalam Negeri
Pengamat ekonomi dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, mengatakan secara ekonomi, meningkatkan produktivitas dalam negeri dapat menjadi solusi yang lebih efektif daripada mengandalkan impor beras.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan produktivitas pangan dalam negeri maka akan menciptakan efek positif terhadap skala ekonomi di dalam negeri.
Peningkatan produksi lokal tidak hanya menjamin ketersediaan pangan, tetapi juga dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan bagi para pelaku usaha di sektor pertanian.
"Ekonomi itu kuncinya kepastian dan keberlanjutan. Di sini kan sebenarnya jelas bahwa kebijakan impor beras membuat ketidakpastian yang dapat mempengaruhi stabilitas harga dan keberlanjutan rantai pasok pangan dalam negeri. Maka sebenarnya, dalam jangka panjang, investasi pada peningkatan produktivitas lokal menjadi strategi yang lebih berkelanjutan, mengingat kebutuhan pangan yang terus meningkat. Penduduk dunia menuju delapan miliar, ingat," papar Aditya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!