Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

5 Langkah Agar Antibiotik Tetap Ampuh Sembuhkan Penyakit

📅 Jumat, 24 Nov 2023, 13:28 WIB | Oleh: Tim Penulis

Lebih parah lagi, penggunaan antibiotik yang tidak tuntas justru akan memungkinkan bakteri menjadi lebih kuat dan resisten terhadap antibiotik. Hal ini dapat menyebabkan sulitnya pengobatan infeksi pada masa mendatang karena antibiotik yang tersedia tidak lagi efektif melawan bakteri yang resisten.

4. Praktikkan gaya hidup bersih dan higienis

Gaya hidup bersih dan higienis merupakan langkah penting dalam mengurangi penyebaran infeksi.

Salah satu contohnya adalah membersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan setelah menangani makanan atau setelah menggunakan toilet. Hal ini penting karena tangan adalah salah satu media utama penyebaran kuman dan bakteri.

Bakteri pada umumnya masuk dan menginfeksi tubuh manusia melalui mulut atau hidung. Sebagai contoh, penyakit tifus akibat Salmonella biasanya dipicu oleh konsumsi makanan yang terkontaminasi.

Kuman-kuman seperti ini sering berasal dari tempat yang kotor seperti toilet yang dapat singgah pada tangan saat menggunakan fasilitas ini. Tanpa disadari, kuman ini dapat terhirup atau termakan akibat tangan yang tidak dicuci setelah menggunakan toilet.

Oleh karena itu, supaya terhindar dari infeksi dan meminimalkan kebutuhan penggunaan antibiotik, biasakan gaya hidup bersih seperti menjaga kondisi tangan yang higienis.

Selain kebersihan diri, kondisi lingkungan juga perlu dijaga supaya tidak menjadi tempat berkembangbiaknya kuman dan bakteri patogen.

5. Tambah pengetahuan kamu tentang antibiotik dan resistensinya

Salah satu langkah penting dalam mendukung kampanye ini adalah dengan meningkatkan pengetahuan kamu tentang antibiotik dan resistensinya.

Misalnya, kamu perlu memahami bahwa obat antibiotik adalah obat khusus untuk membunuh bakteri patogen yang dapat menyebabkan penyakit. Antibiotik berbeda dengan obat lainnya seperti obat penyakit kronis atau gejala penyakit ringan pada umumnya yang bekerja dengan memodifikasi proses fisiologis di dalam tubuh.

Dengan memahami hal ini, kamu akan lebih cermat dalam mengonsumsi antibiotik dan hanya menggunakannya saat memang diresepkan obat ini oleh dokter.

Selain itu, penting untuk memahami bahwa resistensi antibiotik adalah masalah global dan dapat menjadi malapetaka bagi kesehatan semua orang jika tidak ditangani dengan serius. Antibiotik yang efektif adalah kebutuhan semua orang tanpa memandang status sosial dan kesehatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.