5 Langkah Agar Antibiotik Tetap Ampuh Sembuhkan Penyakit
📅 Jumat, 24 Nov 2023, 13:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/Wikipedia
Yori Yuliandra, Universitas Andalas
Artikel ini untuk memperingati Pekan Antibiotik Dunia, 18-24 November.
Resistensi antibiotik atau penurunan kemampuan antibiotik untuk menyembuhkan penyakit infeksi merupakan ancaman serius bagi semua negara.
Fenomena ini dikenal dengan istilah pandemi senyap (silent pandemic) karena tidak banyak pihak yang menyadarinya.
Para pakar bahkan telah memprediksi bahwa resistensi antibiotik dapat membunuh sekitar 10 juta jiwa pada 2050.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat ini, ada lebih dari 20 jenis mikroba yang dianggap dapat menjadi ancaman serius akibat resistensi antibiotik. Ini termasuk bakteri penyebab infeksi seperti pneumonia, infeksi saluran kemih, dan tuberkulosis.
Semua pihak, termasuk individu, pemerintah, lembaga dan profesional kesehatan, perlu bekerja sama untuk mengurangi penggunaan antibiotik yang tidak rasional dan meningkatkan kesadaran akan resistensi antibiotik.
Lima langkah
Sebaiknya Anda baca juga:
Resistensi antibiotik adalah kondisi saat obat antibiotik menjadi tidak efektif dalam mengobati penyakit infeksi. Masalah ini terjadi karena bakteri patogen yang menyebabkan penyakit infeksi membangun kekebalan terhadap obat antibiotik yang diberikan.
Kekebalan ini dapat terjadi secara alamiah, tapi diperparah oleh penggunaan antibiotik yang tidak benar dan berlebihan. Untuk mengatasi resistensi antibiotik, setidaknya ada lima langkah yang bisa kamu lakukan.
1. Jangan membeli antibiotik tanpa resep dokter
Pada dasarnya, antibiotik hanya bisa dibeli dan diperoleh dengan resep dokter. Namun, kenyataan di lapangan membuktikan bahwa obat antibiotik sering kali dijual bebas di apotek atau toko obat tanpa resep dokter.
Hal ini sangat berbahaya karena penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat merugikan kamu sendiri akibat kesalahan pemilihan obat dan dosis.
Mayoritas obat antibiotik memiliki efek samping dan sebagiannya justru berbahaya. Misalnya, antibiotik dari kelas fluoroquinolones seperti ciprofloksasin-untuk mengatasi infeksi bakteri di saluran kemih, mata, telinga-dapat menyebabkan kerusakan pada otot dan saraf yang dapat bersifat permanen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!