Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kurangi Kebergantungan, RI Harus Diversifikasi Hubungan Dagang

📅 Kamis, 23 Nov 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kurangi Kebergantungan, RI Harus Diversifikasi Hubungan Dagang Doc: ISTIMEWA
Ket. IMRON MAWARDI Pengamat Ekonomi dari Universitas Airlangga - RI sudah terdampak penurunan ekspor bahan baku sehingga dengan banjirnya produk Tiongkok yang akan dibanderol murah, tekanan akan makin terasa.

JAKARTA - Pemerintah diminta tidak bergantung dalam hubungan perdagangan dengan negara-negara mitra utama seperti Amerika Serikat (AS), Tiongkok, dan Jepang. Perlu diversifikasi hubungan dagang agar ekonomi Indonesia tidak terdampak jika perekonomian di negara mitra utama tersebut sedang lesu.

Hal itu disampaikan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, YB Suhartoko, menanggapi dampak penurunan ekonomi Tiongkok terhadap perekonomian nasional.

Suhartoko mengatakan fenomena itu menandakan RI harus mengevaluasi pola hubungan dagang dengan Tiongkok. Dalam konteks ketahanan ekonomi nasional, perlu dibuat strategi jangka panjang agar hubungan ekonomi dengan negara lain tidak menciptakan kebergantungan terhadap negara tersebut seperti kebergantungan input dan pasar output.

"Diversifikasi hubungan dagang perlu diupayakan dengan serius. Pertimbangannya bukan sekadar nilai bisnis, tetapi nilai ketahanan," tegas Suhartoko.

Pemerintah ke depan, paparnya, harus membangun strategi pengembangan industri yang mempunyai keterkaitan ke belakang dan ke depan (backward dan forward linkage) terutama penggunaan input dan output, sehingga pasar dalam negeri lebih terintegrasi.

Teknis pemanfaatan pasar yang terintegrasi itu misalnya terintegrasi antarpulau, biaya logistik antarpenyedia input dan ouput,

Saat menyampaikan Outlook Ekonomi 2024, Menteri Keuangan Periode 2013-2014, Chatib Basri, kembali mengingatkan bahwa perlambatan ekonomi di Tiongkok bisa berdampak ke perekonomian Indonesia. Sebab, setiap satu persen perlambatan ekonomi Tiongkok bisa membuat ekonomi Indonesia melambat sebesar 0,3 persen. Hal itu karena Indonesia saat ini merupakan salah satu negara emerging market atau negara berkembang yang mulai terlibat dengan perdagangan global.

"Kalau pertumbuhan Tiongkok melambat, permintaan impor dari Tiongkok otomatis ikut melambat, artinya ekspor Indonesia ke Tiongkok pasti akan berkurang," kata Chatib.

Dia mencontohkan, apabila ekonomi Tiongkok melambat 0,7 persen dari pertumbuhan 5,2 persen menjadi 4,5 persen, tetap akan membuat ekonomi di Indonesia melambat walau di bawah 0,3 persen.

Melambatnya ekonomi Tiongkok, jelas Chatib, karena kondisi ekonomi Tiongkok dalam kondisi yang kurang baik seiring dengan meningkatnya tensi geopolitik dengan Amerika Serikat (AS) sehingga membuat hambatan dalam hubungan perdagangan.

Kendati demikian, hambatan dagang antara kedua negara adidaya itu juga justru bisa menjadi kesempatan bagi negara-negara berkembang. Sebab, investor Tiongkok tetap berusaha menjalin perdagangan dengan cara merelokasi investasi ke luar dari Tiongkok, terutama menuju ke negara-negara Asia Tenggara.

"Investasi mulai berpindah ke negara seperti Vietnam yang menerima manfaat cukup banyak, begitu juga Malaysia, Singapura, dan dalam hal ini Indonesia punya kesempatan," kata Chatib.

Alihkan Produksi

Pada kesempatan yang lain, pengamat ekonomi dari Universitas Airlangga, Surabaya, Imron Mawardi mengatakan pemerintah harus mewaspadai perlambatan ekonomi Tiongkok, terutama yang disebabkan penurunan ekspor mereka karena akan menimbulkan tekanan berlipat pada Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

27 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.