Ini yang Dilakukan Dinkes Tangerang untuk Mencegah Lonjakan Kasus Demam Berdarah
📅 Rabu, 22 Nov 2023, 00:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Pemkot
Tangerang - Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Banten menggencarkan program satu rumah satu juru pemantau jentik (Jumantik) untuk mencegah terjadinya kasus demam berdarah dengue (DBD) saat memasuki musim hujan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dini Anggraeni di Tangerang, Selasa, mengatakan dalam pemantauan jentik tidak hanya dilakukan petugas Jumantik, namun pemilik rumah juga berperan sebagai Jumantik di rumah masing-masing.
"Program satu rumah satu Jumantik bertujuan untuk menekan dan mencegah terjadinya kasus DBD, sebab saat ini sudah mulai memasuki musim hujan," katanya.
Ia menjelaskan satu rumah satu Jumantik merupakan program pembentukan agen perubahan di satu rumah untuk mensosialisasikan dan menggerakkan anggota keluarga melakukan PSN 3M Plus.
Kemudian, memeriksa tempat perindukan nyamuk di lingkungan rumah, mengisi kartu pemeriksaan jentik nyamuk, memberikan larvasida pada tempat penampungan air yang susah untuk dikuras, memeriksa hingga memberantas tempat perindukan nyamuk di lingkungan rumah.
"Selain itu, juga bertindak sebagai agen perubahan dalam perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Jadi, ada pelopor untuk mencontohkan dan mengingatkan upaya-upaya pencegahan DBD," katanya.
Ia menyatakan apapun bisa dilakukan masyarakat untuk membunuh nyamuk dan mematikan lingkungannya, untuk memutus mata rantai hidup jentik nyamuk DBD.
"DBD tidak hanya menyerang pada musim hujan, pada musim kemarau pun potensi seseorang terserang DBD masih ada, belum lagi Indonesia adalah negara endemis DBD. Hal itu bisa terjadi ketika seseorang tidak melakukan perilaku hidup sehat, seperti jarang bersih-bersih dan terbiasa menggantungkan pakaian bekas pakai," ujarnya.
Dini menambahkan Dinkes Kota Tangerang juga melakukan penguatan sumber daya manusia, termasuk tenaga ahli laboratorium untuk penegakan diagnosa dan dokter untuk peningkatan pengobatan. Lalu, menerjunkan petugas dari 39 puskesmas untuk melakukan pemantauan jentik dari rumah ke rumah.
"Jaga keluarga kita, jaga rumah kita, jaga lingkungan kita dari serangan nyamuk aedes aegypti. Terapkan 3M Plus dan PHBS di kehidupan sehari-hari," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!