Memberdayakan Sampah Tekstil Menjadi Produk Butik Ternama
📅 Senin, 20 Nov 2023, 13:20 WIB | Oleh: SujarDirektur Pengurangan Sampah KLHK, Vinda Damayanti Ansjar, menjelaskan bahwa dalam regulasi tersebut, nantinya diatur secara khusus mengenai tanggung jawab produsen mengurangi sampah tekstil.
Produsen di bidang tekstil mulai dari yang besar hingga pelaku UMKM diminta untuk membuat peta jalan penanganan pengurangan sampah, seperti yang dilakukan produsen sektor makanan dan minuman, produk berbahan plastik maupun logam.
Terdapat 120 produsen yang hingga saat ini sudah menyampaikan konsep atau peta jalan untuk mengurangi sampah dari proses produksi.
Untuk meningkatkan partisipasi pelaku usaha, KLHK juga berencana memberikan penghargaan berupa insentif tambahan modal usaha guna mendorong pelaku usaha menerapkan pengurangan sampah dan melaporkannya melalui peta jalan, mengingat saat ini apresiasi yang diberikan hanya dalam bentuk surat penghargaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengamat Lingkungan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Suprihatin menilai bahwa sampah tekstil menjadi permasalahan yang harus segera diselesaikan, karena semakin banyak masyarakat membuang pakaiantidak layak begitu saja.
Indonesia perlu berkaca dari data sistem informasi KLHK pada 2021, di mana ada sekitar 2,3 juta ton limbah sampah tekstil dihasilkan, sementara yang didaur ulang hanya 0,3 juta ton.
Sudah saatnya pemerintah lebih masif bergerak dan meningkatkan sosialisasi terkait penanganan sampah tekstil seperti halnya sampah plastik, organik, maupun logam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengelolaan harus lebih baik lagi, dengan menelaah teknologi yang bisa dipakai untuk mendaur ulang tekstil mengingat jenisnya juga bermacam-macam, termasuk juga menyediakan sarana pembuangan khusus.
Daur ulang mungkin memang bukan solusi terbaik, tetapi harus dilakukan untuk menghindari penambahan sampah di TPA, terlebih di sungai dan laut, yang pada akhirnya mengancam kesehatan manusia karena banyak makhluk hidup di laut, khususnya ikan, yangtercemar sampah
Berbagai langkah yang dilakukan itu sebenarnya bukan tentang bagaimana menyelamatkan bumi, tetapi hakikatnyaadalah tentang menyelamatkan manusia saat ini dan generasi mendatang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!