Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Legislator Dukung Pemprov DKI Cabut KJP Pelajar yang Terlibat Tawuran

📅 Kamis, 16 Nov 2023, 16:25 WIB | Oleh:
Legislator Dukung Pemprov DKI Cabut KJP Pelajar yang Terlibat Tawuran Doc: ANTARA/HO-Humas Polres Metro Jakarta Barat
Ket. Petugas gabungan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek Kalideres mengamankan para pelajar yang menenteng dan mengacung-acungkan celurit di sekitar Perumahan Citra, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (11/11/2023). Aksi meresahkan para pelajar itu sempat direkam oleh warga sebelum akhirnya viral di media sosial.

JAKARTA -- Anggota DPRD DKI William A Sarana mendukung Pemerintah provyinsi DKI Jakarta mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus pelajar yang terlibat tawuran dan kriminal lainnya untuk menimbulkan efek jera.

"Kita tidak bisa membiarkan perilaku tercela, mereka bukan saja membahayakan diri dan sesama siswa lainnya, namun tindakannya juga sudah meresahkan masyarakat," kata William saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Menurut William, pencabutan tersebut bukan hanya karena pelajar terlibat tawuran, melainkan juga kedapatan membawa senjata tajam yang berisiko mencelakai orang lain.

Menurut dia, perlu ada efek jera lain bagi para siswa yang terlibat tawuran. Yakni selain penertiban melalui aparat keamanan, pencabutan KJP juga bagian dari upaya solutif agar kedepannya tidak terjadi lagi peristiwa-peristiwa seperti ini.

"Kami mendorong upaya tegas Penjabat Gubernur DKI Heru Budi mencabut KJP bagi siswa yang terlibat tawuran tersebut, bahkan mereka tidak bisa mengajukan atau 'blacklist' dari daftar KJP," katanya.

Selain itu, Anggota Komisi A DPRD DKI ini mengatakan, dengan tindakan tegas terhadap para siswa tersebut, maka perlu adanya edukasi masif kepada seluruh pihak sehingga potensi tawuran antarsiswa bisa diminimalkan.

"Saya menekankan pentingnya edukasi, tidak hanya pada anak-anak, tapi juga guru dan orang tua," katanya.

Namun Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) menilai pencabutan KJPPlus milik pelaku perundungan (bullying) dan tawuran merupakan tindakan yang melanggar hak pendidikan anak.

"Kalau KJP dicabut ya artinya mencabut hak pendidikan anak dong, padahal ada cara yang lebih tepat," kata Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi alias Kak Seto saat dihubungi.

Sebelumnya, KJPPlus untuk tujuh pelajar di Jakarta Barat terancam dicabut oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena terlibat tawuran, membawa dan mengacung-acungkan celurit di sekitar Perumahan Citra, Pegadungan, Kalideres, Sabtu (11/11).

"Ini yang kemarin ada tujuh siswa itu kedapatan ada KJP-nya, ini yang di Jakarta Barat," kata Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (14/11).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.