Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DKP Bantul Ungkap Peluang Budi Daya Lele Terbuka Luas

📅 Kamis, 16 Nov 2023, 16:54 WIB | Oleh:
DKP Bantul Ungkap Peluang Budi Daya Lele Terbuka Luas Doc: Antara
Ket. Budidaya lele.

BANTUL- Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan bahwa peluang masyarakat atau petani ikan untuk membudidayakan ikan lele masih terbuka luas karena produksinya masih jauh dari kebutuhan konsumsi harian.

"Di Yogyakarta itu, per hari kebutuhan lele yang masuk mencapai 30 ton, sementara dari Bantul itu kalau dioprak-oprak benar hanya mampu memasok lima ton," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul Istriyani di Bantul, Kamis.

Dia mengatakan, produksi ikan lele dari kelompok pembudi daya ikan di Bantul yang rata-rata sekitar lima ton tersebut belum tentu hanya masuk untuk memenuhi kebutuhan lele ke Yogyakarta, namun bisa ke Magelang, Semarang Jawa Tengah dan Surabaya Jawa Timur.

"Tapi kebutuhan lele warga Yogyakarta itu dengan jumlah penduduknya, jumlah mahasiswanya dan jumlah wisatawannya itu per hari butuh 30 ton, dan itu sebagian besar didatangkan dari luar daerah," katanya.

Dia mengatakan, salah satunya dari daerah Boyolali Jawa Tengah, yang mana ketika instansinya melakukan kunjungan kerja ke daerah tersebut, Boyolali mendistribusikan sekitar 20 ton lele ke Yogyakarta untuk kebutuhan warung kuliner.

"Belum lagi dari daerah lain, jadi kebutuhan 30 ton lele itu masuk akal, dan kita hitung hitungan dengan teman se-Bantul paling sehari hanya lima ton, 25 ton peluang di Yogyakarta, artinya pasar lele masih terbuka luas, makanya kalau bermain di budidaya lele masih terbuka luas," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong masyarakat bisa mulai tertarik budidaya lele dengan kolam bulat atau kotak di halaman, dan tentunya juga kelompok pembudidaya bisa menerapkan teknologi padat tebar tinggi seperti di beberapa kelompok di wilayah Gumuk Kelurahan Ringinharjo dan Poncosari, Srandakan.

Dia mencontohkan, kalau biasanya dalam kolam perikanan per satu meter persegi diisi 200 ekor, namun kalau bisa dengan seribu ekor kenapa tidak, akan tetapi pastinya dibutuhkan keseriusan dan ketekunan dari kelompok pembudi daya ikan tersebut.

"Jadi, tidak bisa main main lagi, kalau satu meter persegi diisi 200 ekor bisa dilakukan sambil ditinggal pergi, tapi begitu masuk 1.000 ekor tidak bisa kemana-mana, harus fokus, ditunggu, itulah bisnis, perlu ketekunan, keseriusan, totalitas dan fokus," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.