Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waduh, Cuaca Ekstrem Picu Longsor dan Angin Kencang di Sukabumi

📅 Selasa, 14 Nov 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waduh, Cuaca Ekstrem Picu Longsor dan Angin Kencang di Sukabumi Doc: ANTARA/Aditya Rohman
Ket. Kondisi ruang Madrasah Diniah Nurul Ahkam di Kampung Legokjabon, RT 005, RW 004, Desa Cirendang, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang rusak berat akibat tertimbun longsor.

Sukabumi - Waduh, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menyebutkan cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumimemicu terjadinya bencana tanah longsor dan angin kencang di beberapa kecamatan.

"Akibat bencana tersebut sejumlah bangunan seperti rumah mengalami kerusakan dan ruang kelas serta berdampak kepada fasilitas umum lainnya," kata Humas BPBD Kabupaten Sukabumi Sandra Fitria, di Sukabumi, Senin.

Adapun rincian bencana tersebut untuk tanah longsor terjadi di Kampung Kebonhiji, RT02, RW01, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak. Terjadi longsor tebing tanah sepanjang empat meter dengan tinggi lima meter yang mengancam satu rumah warga dihuni satu jiwa.

Kemudian bencana angin kencang mengakibatkan satu rumah yang dihuni satu jiwa roboh di Kampung Sukarame, RT 01/05, Desa/Kecamatan Parakansalak. Meskipun tidak ada korban jiwa, tetapi penghuninya harus mengungsi.

Selanjutnya, longsor terjadi di Kampung Legokjabon, RT 005, RW 004, Desa Cirendang, Kecamatan Cikakak mengakibatkan satu ruang Madrasah Diniah Nurul Ahkam rusak berat.

Bencana serupa terjadi di Kampung Tangkil, RT 01/05, Desa Lebaksari, Kecamatan Parakansalak. Longsor tebing tanah dengan panjang 50 meter, lebar 10 meter, dan tinggi 30 meter mengakibatkan jalan desa tertutup dan tidak bisa dilalui kendaraan serta merobohkan tembok penahan tanah (TPT) dengan panjang enam meter, lebar 50 cm dan tinggi 2,5 meter.

Terakhir cuaca ekstrem mengakibatkan satu rumah di Desa Cibolangkaler, Kecamatan Cisaat ambruk dan menimpa seorang penghuni rumah tersebut. Ambruknya rumah ini selain karena cuaca, juga disebabkan kondisi bangunan yang sudah lapuk.

KorbanAndika Maulana Yusuf (23) mengalami luka di kepalanya dan harus mendapatkan lima jahitan. Rumah tersebut sebenarnya dihuni oleh tiga jiwa, yakni korban bersama dengan kedua orangtuanya. Namun saat kejadian ayah dan ibu dari Andika tengah berada di Serang, Banten.

Sandra mengimbau kepada warga untuk selalu waspada dengan kondisi cuaca ekstrem, karena memicu terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti longsor, angin kencang, banjir dan sebagainya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.