Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Benteng Kuto Besak, Bangunan Megah Karya Bangsa Sendiri

📅 Sabtu, 11 Nov 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Benteng Kuto Besak, Bangunan  Megah Karya Bangsa Sendiri Doc: Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang

Sungai Musi yang membelah Kota Palembang menjadi urat nadi perekonomian sejak dari Kerajaan Sriwijaya. Di sepanjang alirannya terdapat beberapa bangunan bersejarah yang jadi saksi peradaban di kota ini.

Salah satu bangunan bersejarah di aliran Sungai Musi adalah Benteng Kuto Besak. Benteng yang berada di Jalan Sultan Mahmud Badarudin, 19 Ilir, Bukit Kecil, Kota Palembang ini merupakan peninggalan Sultan Muhammad Bahaudin bin Susuhunan Ahmad Najamuddin Adi Kesumo. Ia adalah pemrakarsa pembangunan benteng ini.

Menurut bukuKhazanah Kota Palembangkarya Syarifuddin dkk, benteng itu dibangun mulai 1772 dan baru diresmikan pada 23 Februari 1790. Artinya perlu waktu 18 tahun bagi Kesultanan Palembang untuk menyelesaikan pembangunannya.

Bangunan benteng ini merupakan kelanjutan dari Keraton Palembang Darussalam yang berada di dekatnya. Tujuan pembangunan Benteng Kuto Besak adalah sebagai dinding pertahanan (bastion) Kerajaan Palembang Darussalam dari serangan musuh. Selain itu benteng juga dijadikan sebagai tempat pusat Kesultanan Palembang pada masa pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin II yang berkuasa antara 1803-1821.

Nama Benteng Kuto Besak sendiri berasal dari katakutoyang artinya kota atau puri, sertabentengberarti bangunan pertahanan, danbesakberarti besar. Seperti namanya, bentuk bangunan cukup besar dan megah apalagi untuk ukuran waktu itu.

Benteng Kuto Besak memiliki tinggi sekitar 9,9 meter atau 30 kaki, dengan panjang 288,75 meter dan lebar 183,75 meter. Untuk mencegah dari serangan, dinding benteng memiliki ketebalan 1,99 meter.

Tidak mengarah tepat ke mata angin seperti barat atau ke timur, benteng ini berdiri mengarah ke arah tenggara. Sementara pintu gerbang Benteng Kuto Besak ada tiga. Pintu dibangun di bagian timur laut, barat laut, dan tenggara. Di sini juga dibangun beberapa celah di dindingnya untuk mengintai musuh. Celah ini semakin mengecil ke arah dalam.

Di keempat sudutnya, terdapat empat buluarti (bastion) untuk menempatkan meriam. Meriam yang terdapat di keempat sudut benteng inilah yang dipakai untuk menghalau tentara dan menghancurkan armada Belanda pada Perang Palembang I tahun 1819 atau Perang Menteng yang berlangsung pada 12 Juni 1819 antara Kesultanan Palembang melawan penjajah Belanda, dan Perang Palembang II tahun 1819.

Sesuai dengan posisinya yang dikelilingi sungai, Benteng Kuto Besak memiliki pintu empat pintu. Yaitu, pintu utama yang menghadap Sungai Musi dan tiga pintu lain, yang masing-masing menghadap Sungai Tengkuruk, Sungai Kapuran, dan Sungai Sekanak.

Bangunan benteng ini bahan bakunya terbuat dari batu bata yang direkatkan oleh bahan yang terbuat dari batu kapur. Bahan baku seperti ini tidak ada di sekitar itu. Untuk mendapatkannya, bahan baku tersebut didatangkan dari daerah pedalaman Sungai Ogan.

Dikelilingi Sungai

Sebagai keraton bagi raja, Benteng Kuto Besak dilengkapi dengan pelataran yang luas, balai agung, gerbang besar. Di dalamnya terdapat pula keputren, paseban, ruang tempat menerima tamu, tempat kediaman sultan dan permaisuri.

Di tengah keraton terdapat kolam dengan perahu, taman, dan pohon buah-buahan. Di antara Benteng Kuto Besak dan Leraton Lamo atau istana yang telah ada sebelumnya, terdapat jalan menuju masjid utama kerajaan.

Berbeda dengan letak keraton lama, istana baru ini berada pada tempat yang sangat terbuka, strategis, dan sekaligus sangat indah. Di depannya adalah Sungai Musi yang menjadi jalur lalu lintas perdagangan masyarakat Sumatra Selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

17 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.