Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Benteng Kuto Besak, Bangunan Megah Karya Bangsa Sendiri

📅 Sabtu, 11 Nov 2023, 06:10 WIB | Oleh:

Pada masa itu, Kota Palembang masih dikelilingi oleh anak-anak sungai yang membelah wilayah kota menjadi pulau-pulau. Benteng Kuto Besak pun seolah berdiri di atas pulau karena dibatasi oleh Sungai Sekanak di bagian barat, Sungai Tengkuruk di bagian timur, dan Sungai Kapuran di bagian utara.

Benteng Kuto Besak saat ini ditempati oleh Komando Daerah Militer (Kodam) Sriwijaya. Oleh karenanya bagian dalam benteng tidak bisa diakses publik. Masyarakat hanya bisa melihat kemegahan banteng ini dari luar atau dari kawasan alun-alunya saja.

Namun kawasan terbuka di depan Benteng Kuto Besak sering dijadikan tempat upacara atau kegiatan pemerintahan hingga konser musik. Selain pelataran, di sekitar banteng terdapat banyak bangunan bersejarah yang menjadi tempat wisata, mulai dari Jembatan Ampera, Museum SMB II, Masjid Agung dan Sekanak yang dulu tempat tinggal bangsawan Kesultanan Palembang dan pusat perdagangan di masa kolonial Belanda.

Di bagian depan Benteng Kuto Besak terdapat alun-alun tempat masyarakat bisa berkumpul. Pemandangan pelataran yang ada berupa deretan pohon palem. Di tempat ini sering dijadikan untuk acara seni dan budaya salah satunya konser musik. Pada malam hari suasana menjadi lebih dramatis dengan adanya lampu warna-warni.

Dahulu pada saat masa penjajahan, benteng ini pernah dibakar oleh Belanda pada bulan Ramadan tahun 1236 Hijriah, tepatnya pada saat Sultan Mahmud Badaruddin II diasingkan ke Pulau Ternate, Maluku Utara. Sejak 1 Juli 1821, benteng ini berhasil diduduki Belanda di bawah pimpinan Jenderal Mayor Hendrik Merkus Baron de Kock.

Selanjutnya, benteng ini dipakai oleh Susuhunan Husin Dhiauddin (Sunan Mudo) bersama-sama dengan Belanda. Seiring berjalannya waktu, saat ini, Benteng Kuto Besak telah digunakan sebagai pusat pemerintahan Kota Palembang.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan Benteng Kuto Besak sebagai salah satu cagar budaya Indonesia pada tanggal 3 Maret 2004 melalui surat keputusannya bernomor KM.09/PW.007/MKP/2004. Benteng Kuto Besak didaftarkan dengan nomor registrasi CB.678. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.