Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dua Kecamatan di Jakarta Timur Rawan Longsor

📅 Rabu, 08 Nov 2023, 16:30 WIB | Oleh:
Dua Kecamatan di Jakarta Timur Rawan Longsor Doc: ANTARA/Syaiful Hakim
Ket. Sejumlah pekerja memperbaiki turap saluran penghubung (Phb) Tegal Amba Jalan Dermaga Baru Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (17/10).

JAKARTA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan dua kecamatan di Jakarta Timur rawan terjadinya pergerakan tanah atau longsor pada saat musim penghujan.

"Informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dua kecamatan di Jakarta Timur, yakni Kramat Jati dan Pasar Rebo berpotensi terjadi pergerakan tanah," kata Kasatpel Pengolahan Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Michael Sitanggang ketika dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, dua kecamatan itu berada di zona menengah yakni bila terjadi hujan, rawan terjadi pergerakan tanah.

"Pada (titik wilayah) zona menengah dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal. Terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan," kata Michael.

BPBD DKI Jakarta telah menyusun potensi gerakan tanah berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Selain Jakarta Timur, beberapa daerah di DKI Jakarta juga berada di zona menengah seperti wilayah Jakarta Selatan yang meliputi Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu dan Pesanggrahan.

Sementara pada zona tinggi, gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Oleh karena itu, dia mengimbau kepada lurah, camat dan masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya pergerakan tanah saat hujan turun.

"Kepada lurah, camat dan masyarakat diimbau untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal," ujarnya.

Pemerintah Kota Jakarta Timur membuat bronjong atau anyaman dari kawat untuk wadah bebatuan sebagai penahan longsor di beberapa lokasi yang berpotensi terjadi longsor saat musim hujan.

"Kami membuat bronjong, khususnya warga yang tinggal di bantaran kali. Jangan sampai rumah warga tergerus air kali," kata Wali Kota Jakarta Timur M Anwar beberapa waktu lalu.

Menurut dia, banyak warga yang tinggal di bantaran kali, seperti Kali Sunter, Kali Cipinang dan Kali Ciliwung yang rawan terjadi banjir dan longsor saat musim hujan.

"Ada tujuh kali yang melintasi Jakarta Timur. Kami pun berkoordinasi dengan Sudin Bina Marga, Sudin SDA dan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) untuk mengantisipasi longsor," kata Anwar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Hasil Liga Europa: Bournemo...
Olahraga
Madura United Bersuka Cita ...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.