Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Negara-negara Timur Tengah Diminta Bantu Meredakan Perang Israel-Hamas

📅 Senin, 06 Nov 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Negara-negara Timur Tengah Diminta Bantu Meredakan Perang Israel-Hamas Doc: ISTIMEWA
Ket. Uni Emirat Arab UEA

ABU DHABI - Seorang pejabat senior Uni Emirat Arab UEA, pada Sabtu (4/11), mengatakan negara-negara Timur Tengah harus mempertahankan upaya mereka untuk meredakan ketegangan di kawasan melalui perdagangan dan hubungan ekonomi meskipun terjadi perang Israel-Hamas.

Dikutip dari Barron, gejolak yang tiba-tiba terjadi di Gaza, setelah serangan mematikan oleh Hamas, terjadi setelah periode perbaikan di wilayah tersebut termasuk oleh UEA dan raksasa minyak tetangganya, Arab Saudi.

Menurut Penasihat Presiden UEA, Anwar Gargash, negara-negara harus mempertahankan strategi tersebut meskipun perang mengirimkan gelombang kejutan ke seluruh wilayah.

"Aktor-aktor nasional pada dasarnya mencoba menggunakan ekonomi sebagai cara untuk meredakan ketegangan," kata Gargash pada Konferensi Kebijakan Dunia di Abu Dhabi.

"Saya pikir tidak ada alasan mengapa kita juga harus menyimpang dari tindakan tersebut".

Stabilitas Regional

Gargash mengatakan perang tersebut menunjukkan UEA dan negara lain masih harus "bekerja sama dengan aktor regional lainnya untuk memastikan stabilitas regional terjamin".

"Tetapi, saya pikir pesan lainnya juga adalah rencana nasional harus terus berjalan. Saya tidak berpikir rencana nasional harus ditunda karena akan selalu ada isu regional besar yang akan mengejutkan kita," ungkapnya.

UEA dan sekutunya di Teluk, Bahrain, bersama dengan Maroko dan Sudan, melanggar konsensus lama Arab untuk menormalisasi hubungan dengan Israel pada 2020.

UEA juga telah membangun kembali hubungan dengan Turki dan berperan penting dalam kembalinya Suriah ke Liga Arab setelah lebih dari satu dekade absen karena perang saudara yang sengit.

Sementara itu, Arab Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia, melanjutkan hubungan dengan saingannya, Iran, pada Maret, setelah jeda selama tujuh tahun, dan sedang dalam pembicaraan mengenai potensi normalisasi dengan Israel sebelum perang saat ini pecah.

Bagi negara-negara Teluk yang kaya, upaya diplomasi dan perdagangan ini merupakan bagian dari rencana untuk mengurangi ketergantungan ekonomi terhadap minyak menjelang penurunan permintaan karena dunia beralih ke bahan bakar lain.

Menurut para pejabat Israel, perang yang sedang berlangsung meletus ketika militan Hamas menyeberang dari Gaza ke Israel selatan pada tanggal 7 Oktober, menewaskan sekitar 1.400 orang, sebagian besar warga sipil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
  • Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia
    Preview komentar:
    Terima kasih atas liputan yang mendalam ini; sangat ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.