Demo Buruh di Bangladesh Rusuh, Produksi Merek Fesyen Ternama Terhenti
📅 Sabtu, 04 Nov 2023, 09:35 WIB | Oleh: Tim PenulisTidak akan Membantu
Para pekerja garmen mengatakan kenaikan tajam biaya hidup membuat mereka kesulitan menafkahi keluarga.
Asosiasi Produsen dan Eksportir Garmen Bangladesh (BGMEA), yang mewakili pemilik pabrik, telah menawarkan kenaikan gaji sebesar 25 persen kepada pekerja.
Jumlah tersebut jauh di bawah upah bulanan sebesar 23.000 taka (209 dolar AS) yang disyaratkan dalam aksi protes.
Sebaiknya Anda baca juga:
Polisi mengatakan pabrik-pabrik di Gazipur, pusat industri terbesar di Dhaka yang mengalami kekerasan terburuk minggu ini, memutuskan untuk membuka kembali pabrik mereka mulai Sabtu untuk mengganti jam kerja yang hilang.
"Kami akan mengerahkan hampir 3.000 polisi dan penjaga perbatasan untuk mencegah kekerasan apa pun," kata kepala polisi Gazipur Sarwar Alam kepada AFP.
Ia mendesak para pekerja untuk menghentikan kekerasan dan mencari solusi melalui dialog.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya pikir tuntutan para pekerja adalah hal yang logis. Namun mengambil tindakan sendiri tidak akan membantu perjuangan mereka," tambah Alam.
Protes tersebut terjadi bersamaan dengan demonstrasi kekerasan yang dilakukan oleh partai oposisi yang menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Sheikh Hasina menjelang pemilu yang dijadwalkan pada bulan Januari.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!