Wapres Minta Aparat Keamanan Waspadai Teror Jelang pemilu
📅 Kamis, 02 Nov 2023, 01:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Fakhri Hermansyah
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin meminta aparat keamanan mewaspadai aksi teror yang mungkin muncul menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
"Ya saya kira saya sudah sering meminta supaya pihak keamanan mewaspadai semua yang bisa mengganggu jalannya pemilihan umum. Termasuk teroris atau kelompok-kelompok lain," kata Wapres usai menghadiri Gerakan Nasional Ketahanan Pangan 2023, di Taman Pancasila, Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (1/11).
Dia juga meminta aparat keamanan memetakan tantangan-tantangan termasuk daerah-daerah rawan dalam penyelenggaraan pemilu.
"Termasuk hal-hal yang bisa mengganggu. Saya kira sekali lagi saya minta Pak Kapolri yang kemarin Densus sudah mulai melakukan," ujarnya.
Wapres juga mengingatkan agar kasus kelelahan petugas pemilu yang pernah terjadi tahun 2019 tidak terulang pada Pemilu 2024 nanti. "Pengalaman 2019 itu tidak boleh terulang karena kelelahan, di samping juga penyakit bawaan," ujar Wapres.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wapres menyampaikan, saat ini pemerintah sedang berupaya menyusun langkah-langkah preventif menghindari kasus kelelahan terlebih bagi petugas Pemilu di tahun 2024. "Karena itu sekarang sudah dipetakan bagaimana mereka itu supaya tidak mengalami hal itu (sakit dan meninggal)," kata Wapres.
Di sisi lain, pemerintah saat ini juga berfokus mengantisipasi potensi kerawanan keamanan dan ketertiban Pemilu 2024.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa saat ini jajarannya yang berada di setiap wilayah, sedang melakukan pemetaan terhadap potensi kerawanan di daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kriteria kerawanan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Badan Intelijen Negara (BIN) tentunya kita perhatikan, namun kita kembalikan kepada wilayah masing-masing untuk memetakan dan mengidentifikasi berdasarkan data yang ada ditambahkan dengan data terbaru," ujarnya.
Kapolri juga menambahkan, bahwa bagi wilayah yang dikategorikan rawan, pihaknya akan meminta bantuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk turut mengawal jalannya Pemilu, termasuk untuk di wilayah Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua.
Pantau Pergerakan
Kapolri juga menyampaikan Polri juga akan mengantisipasi efek global seperti perang Israel-Palestina yang berafiliasi dengan gerakan terorisme di Tanah Air yang dapat mengganggu keamanan pelaksanaan tahapan Pemilu 2024.
Terkait dengan pengamanan, Sigit mengatakan, tahapan Pemilu 2024 yang sedang berjalan saat ini terkait dengan kondisi dan situasi global di mana terjadi perang antara Israel dengan Palestina.
Menurut dia, meningkatnya eskalasi tantangan global tersebut tentunya akan berdampak terhadap Pemilu yang ada saat ini, seperti meningkatnya kejahatan tertentu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!