Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gempa Bumi di Kupang Dipicu oleh Aktivitas Sesar Aktif

📅 Kamis, 02 Nov 2023, 09:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gempa Bumi di Kupang Dipicu oleh Aktivitas Sesar Aktif Doc: ANTARA
Ket. Petugas membaca seismograf, alat pengukur getaran gempa.

JAKARTA - Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid menyampaikan bahwa gempa bumi yang terjadi pada Kamis (2/11) pukul 04.04 WIB di Kupang, Nusa Tenggara Timur, dipicu oleh aktivitas sesar aktif dengan mekanisme sesar normal berarah timur laut hingga barat daya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, pada Kamis pukul 04.04 WIB terjadi gempa bumi dengan magnitudo 6,6 yang pusatnya berada di darat pada kedalaman 10 km di koordinat 123,76 Bujur Timur dan 10,3 Lintang Selatan, sekitar 24 km tenggara Kupang.

Menurut United States Geological Survey (USGS), gempa bumi dengan magnitudo 6,1 yang terjadi pada Kamis dini hari pusatnya berada di koordinat 123,728 Bujur Timur dan 10,012 Lintang Selatan pada kedalaman 36,1 km.

Sedangkan Geo Forschungs Zentrum (GFZ) Jerman melaporkan kejadian gempa bumi dengan magnitudo 6,0 yang berpusat dikoordinat 123,64 Bujur Timur dan 9,96 Lintang Selatan pada kedalaman 32 km pada Kamis dini hari.

"Kejadian gempa bumi itu tidak menyebabkan tsunami karena lokasi pusat gempa bumi terletak di darat," kata Wafid dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (2/11).

Menurut dia, daerah permukiman yang mengalami guncangan gempa bumi itu tersebar dikawasan rawan bencana gempa bumi tinggi, menengah, dan rendah.

Badan Geologi menyampaikan bahwa morfologi daerah di sekitar pusat gempa bumi umumnya berupa dataran hingga dataran bergelombang dan perbukitan bergelombang hingga perbukitan terjal.

Selain itu, dijelaskan pula bahwa wilayah Kupang tersusun oleh tanah keras hingga tanah sedang dan sebagian oleh tanah lunak.Bantuan penyusunnyadominan batuan tersier (batuan sedimen dan batu gamping) dan endapan kuarter berupa endapan aluvial pantai dan sungai.

Endapan kuarter dan batuan yang telah mengalami pelapukan pada umumnya bersifat lunak, lepas, belum kompak, sehingga memperkuat efek guncangan.

Di daerah perbukitan bergelombang hingga terjal yang tersusun oleh batuan yang telah mengalami pelapukan berpotensi terjadi gerakan tanah yang dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.

Morfologi wilayah dan susunan batuan yang demikian, membuat Kupang rawan mengalami gempa bumi.

"Kabupaten dan Kota Kupang tergolong rawan gempa bumi dan tsunami, maka harus ditingkatkan upaya mitigasi," kata Wafid.

Ia menambahkan, wilayah Kupang dan sekitarnya pernah mengalami gempa bumi kuat pada tahun 1975 dan 2004.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Ekonomi
AirNav Indonesia Perkuat Ko...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.