Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri PANRB Sebut Perampingan ASN Telah Hemat Anggaran Rp8 Triliun

📅 Selasa, 31 Okt 2023, 12:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menteri PANRB Sebut Perampingan ASN Telah Hemat Anggaran Rp8 Triliun Doc: antarafoto
Ket. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas mengungkapkan transformasi kelompok jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) telah berhasil menghemat anggaran negara mencapai 8 triliun rupiah.

"Dari 3.414 kelompok jabatan pelaksana sekarang sudah disederhanakan tinggal tiga kelompok jabatan saja," kata Anas usai menghadiri kegiatan di Jakarta, Selasa (31/10).

Anas mengatakan, apabila perampingan struktur organisasi perangkat daerah dapat diaplikasikan di seluruh kabupaten/kota, diproyeksikan ada pengurangan sekitar 1.238 eselon II, 30.854 eselon III, dan 157.192 eselon IV.

Menurut dia, pengurangan lebih dari 1.200 eselon II tersebut dapat menghemat belanja operasional Rp619 miliar per tahun. Dan pengurangan pegawai eselon III dapat mengefisienkan belanja operasional sebesar Rp7,4 triliun per tahun.

Dia mengatakan bahwa penyederhanaan kelompok ASN membuat struktur organisasi menjadi lebih ringkas.

"Begitu juga terkait struktur organisasi sejak Oktober telah kami sederhanakan lebih dari 98 struktur yang telah kami konsolidasikan," ujarnya.

Anas mengatakan bahwa penyederhanaan kelompok jabatan ASN sejalan dengan rencana kerja Presiden Joko Widodo yang menargetkan penyederhanaan birokrasi.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, kata Anas, bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam merumuskan variabel yang menentukan kebutuhan ASN di suatu daerah.

"Kami sepakat dengan Kemendagri membuat variabel-variabel yang tidak bisa diubah oleh daerah, kami langsung ambil (data)dari BPS dengan variabel seperti jumlah penduduk, penanganan kemiskinan, ekonomi dan seterusnya," katanya.

Penyederhanaan birokrasi, kata Anas, dikerjakan seiring dengan program digitalisasi agar pelayanan optimal bisa berjalan.

"Kalau program digitalnya jalan berarti jumlah struktur dan orangnya bisa dikurangi tapi fungsinya tetap bisa dioptimalkan," ujarnya.

Anas mencontohkan efisiensi yang sudah berjalan di Kementerian Keuangan dengan hanya merekrut satu posisi meskipun terdapat dua posisi yang pensiun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.