Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tips Membuat Konten dari Pakar: 'Passion', Pengalaman, 'Profitable'

📅 Senin, 30 Okt 2023, 23:13 WIB | Oleh:
Tips Membuat Konten dari Pakar: 'Passion', Pengalaman, 'Profitable' Doc: antara

Praktisi komunikasi dan pembimbing profesional bersertifikat Dea Rizkita membagikan tips kepada para konten kreator, yakni memastikan terdapat irisan antarapassion(semangat), pengalaman, danprofitableatau mendatangkan keuntungan dalam konten yang dibuat.

"Konten yang ideal harus ada irisan di antara ketiganya," kata Deasaat acara "Raih Peluang Kreatif di Era Digital" di Jakarta, Senin.

Passion, pengalaman, danprofitableatau 3P menjadi konsep yang dipegang teguh oleh Dea ketika membuat konten.

Dia menjelaskan bahwapassionberarti para kreator memiliki minat untuk membuat konten tersebut. Apabila seorang kreator tidak memiliki minat terhadap konten yang mereka buat, maka proses pembuatan konten tersebut akan menjadi beban.

"Kalaunggakpunya minat, pas pulang kerja masih harus membuat konten, itu rasanya capek," kata Puteri Indonesia Perdamaian 2017 itu.



Lebih lanjut, terkait dengan pengalaman, Dea menjelaskan bahwa sebetulnya pengalaman tersebut akan diperoleh para kreator seiring dengan berjalannya waktu.

Tetapi, hal tersebut bukan berarti seorang kreator dapat datang dengan tangan kosong. Paling tidak, kata Dea, seorang konten kreator harus memiliki bekal tentang topik apa yang ingin dia sampaikan melalui karyanya.

P yang terakhir adalahprofitable. Dea tidak memungkiri, walau banyak yang beranggapan bahwa mereka membuat konten untuk bersenang-senang, profit atau keuntungan dapat menjadi motor bagi para kreator untuk terus bergerak.

"Penyemangatnya,cuan-nya," kata Dea.

Oleh karena itu, bagi Dea, irisan di antara 3P inilah yang nantinya akan membuat suatu konten menjadi konten yang ideal.

Dea juga menyarankan agar para pembuat konten tidak menjadi "palu gada" atau "apalumau,gueada", alias membuat konten apapun, tidak memiliki spesialisasi. Hal tersebut, kata Dea, mengakibatkan konten-konten yang diproduksi tidak memiliki kejelasan target audiens.

"Harus jelas siapa yang mau kita bantu, penikmat konten kita siapa, jangan jadi 'palu gada'," ujar Dea.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.