Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengendara Diharapkan Berhati-hati Ketika Menemui 'Bengkel Nakal'

📅 Senin, 30 Okt 2023, 23:33 WIB | Oleh:
Pengendara Diharapkan Berhati-hati Ketika Menemui 'Bengkel Nakal' Doc: antara

Ketua Umum Persatuan Bengkel Otomotif Indonesia atau PBOIN, Hermas E Prabowo mengatakan bahwa pengendara diharapkan harus berhati-hati ketika menemui oknum bengkel "nakal" pada daerah wisata.

"Konsumen perlu hati-hati dengan kehadiran 'bengkel atau mekanik musiman', yang muncul dan memanfaatkan situasi dalam kondisi konsumen terjepit, misalnya saat mogok di jalan," kata Hermas E Prabowo saat dihubungi ANTARA melalui pesan singkat di Jakarta, Senin.

Tidak hanya harus berhati-hati ketika menemui oknum bengkel-bengkel dadakan, pengendara juga harus terlebih dahulu mendapatkan kesepakatan harga untuk menghindari pemerasan yang akan dilakukan oleh oknum tersebut.

Menurut dia, kesepakatan yang sudah ditentukan dari awal akan menghindari kecurangan dari oknum-oknum tersebut yang memanfaatkan keadaan pengendara saat memiliki kondisi darurat.

Pengendara yang mendapati kondisi tersebut juga diminta untuk menagih jaminan atau garansi kepada pihak tersebut. Hal itu, agar nantinya pengerjaan benar-benar sampai tuntas.

"Minta jaminan kalau ganti apa masalah akan tuntas, kalau tidak tuntas siapa yang harus tanggung jawab. Kesepakatan harus dibuat di awal, sebelum dikerjakan jangan sampai di-corner," tegas dia.

Sebelumnya, kejadian oknum bengkel viral ini terjadi di daerah wisata Puncak Bogor. Kejadian ini menimpa satu keluarga yang menyatakan bahwa ban depan dari kendaraanya mengeluarkan asap.

Kejadian tersebut, membuat kendaraannya diarahkan ke bengkel dadakan, yang pada saat bersamaanjuga ditemui banyak pengendara lain dengan masalah yang sama, yakni masalah pada bagian kampas rem.

Dalam kejadian tersebut, biaya yang harus dikeluarkan mencapai Rp450 ribu dan korban kemudian mem-viralkankerugian itu di Tik-Tok. Orang nomor satu di PBOIN ini pun memastikan bahwa bengkel dan juga mekanik yang mengambil manfaat itu beroperasi di luar dari organisasi yang dijalaninya.

"PBOIN selalu meminta mekanik dan bengkel untuk kerja profesional, ikut kesepakatan dan aturan main yang sudah disepakati. Kami yakin mereka bukan anggota PBOIN, karena anggota kami benar-benar bengkel bukan bengkel musiman. Ada kode etik bengkel dan mekanik anggota PBOIN,"ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

42 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.