Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ke Milenial, Srikandi Ganjar Kampanyekan Pola Hidup Sehat Dengan Konsumsi Makanan Berbahan Alami

📅 Minggu, 29 Okt 2023, 19:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ke Milenial, Srikandi Ganjar Kampanyekan Pola Hidup Sehat Dengan Konsumsi Makanan Berbahan Alami Doc: istimewa
Ket. Talkshow bertajuk ‘Pentingnya Hidup Sehat Dengan Yang Alami’ di Penyetan Cok, Green Pramuka Square Lantai UG, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta, pada Sabtu (28/10).

JAKARTA - Sukarelawan Srikandi Ganjar mengkampanyekan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan dan minuman berbahan alami kepada perempuan milenial di Jabodetabek.

Hal itu disuarakan Srikandi Ganjar Jabodetabek dalam talkshow bertajuk 'Pentingnya Hidup Sehat Dengan Yang Alami' di Penyetan Cok, Green Pramuka Square Lantai UG, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta, pada Sabtu (28/10).

Koordinator Wilayah Srikandi Ganjar Jabodetabek Wahyuni Safitri mengatakan, mengonsumsi makanan dan minuman berbahan alami memiliki banyak manfaat untuk milenial. Seperti terhindar dari berbagai macam penyakit, virus, serta mempercantik kulit.

"Kegiatan ini kami ambil referensinya dari Pak Ganjar Pranowo yang mana beliau ini sosok pemimpin yang sangat pro terhadap perempuan, sangat pro dengan milenial, dan sangat pro dengan kegiatan-kegiatan positifnya milenial," kata dia.

Kampanye pola hidup sehat itu beriringan dengan pelatihan pembuatan jamu kekinian yang dilakukan Srikandi Ganjar. Pendukung Ganjar Pranowo tersebut menyuarakan bahwa jamu adalah minuman khas Indonesia dengan kandungan alami yang kaya manfaat kesehatan.

"Kami melihat bahwa kita di Indonesia kaya sekali akan rempah-rempah. Maka dari itu kita mengajak pemuda pemudi, khususnya kaum milenial perempuan untuk mengkreasikan dan selalu mensosialisasikan bahwa kita harus bangga dengan adanya minuman khas kita," tuturnya.

Menggandeng praktisi produsen jamu dari Jamu'eey, para peserta yang merupakan perempuan milenial diperkenalkan dengan bahan dasar jamu seperti kunyit, jahe, gula merah, temulawak, kencur, lengkuas, hingga lempuyang.

Selanjutnya para perempuan milenial juga diajarkan cara pengemasan produk jamu tersebut untuk jadi lebih menarik dan kekinian. Sehingga output-nya bisa menjadi peluang bisnis potensial untuk mereka.

"Ke depannya kita akan melihat lagi apa yang menjadi kebutuhan milenial yang ada di Jabodetabek, sehingga itu yang menjadi pelatihan kita selanjutnya," kata Wahyuni.

Wahyuni berharap perempuan milenial makin giat berkreasi dan menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan-minuman berbahan alami. Kemudian menebarkan semangat tersebut kepada milenial-milenial lain di lingkungan sekitar.

Sementara Maya Santika, salah satu peserta pelatihan pembuatan jamu kekinian berterima kasih kepada Srikandi Ganjar Jabodetabek. Berkat talkshow dan pelatihan itu, Maya terinspirasi untuk membuka usaha jamu sendiri.

"Aku terinspirasi jadi mau bikin usaha jamu buat nanti dijual ke teman-teman di sekitar aku, terus ke tetangga, teman kantor, terus dijual lewat e-commerce," imbuh Maya.

Maya mengatakan, saat ini minuman tradisional seperti jamu mungkin masih kurang dikenal milenial, padahal kandungan gizi dan manfaat kesehatannya cukup banyak. Sebab itu Maya tergerak untuk mengenalkan jamu ke lingkungan sekitar.

"Sebelumnya kan jamu di kalangan milenial jarang-jarang terdengar karena zaman sekarang orang minumnya banyak yang kurang sehat. Nah dengan adanya pelatihan ini, saya jadi bisa mengajak milenial buat coba lagi agar minuman khas Indonesia ini tak lepas dari generasi sekarang," pungkas dia. (*)

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.