Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengembangan UMKM Butuh Sinergi 'Stakeholder'

📅 Jumat, 27 Okt 2023, 07:56 WIB | Oleh:
Pengembangan UMKM Butuh Sinergi 'Stakeholder' Doc: ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi
Ket. Ilustrasi - Produk UMKM Lampung yang tengah mengikuti bazar.

JAKARTA - Pemerintah mendorong sinergi semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama memajukan desa dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pembangunan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

"Mari kita secara bersama-sama secara bersinergi untuk memajukan desa dan UMKM. Yang kita bangun adalah suatu ekosistem yang memungkinkan desa maju, BUMDes mandiri," kata Staf Ahli bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Sudarto, dalam Seminar Nasional Peningkatan Kewirausahaan dan Inovasi Perekonomian Desa di Indonesia yang diikuti virtual di Jakarta, Kamis (27/10).

Sudarto menuturkan sinergi dan kolaborasi terbukti dalam membantu mempertahankan inflasi Indonesia di sekitar 3 persen. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah serta pemangku kepentingan terkait saling bekerja sama dan berkoordinasi sehingga Indonesia mampu mengendalikan inflasi di tengah perekonomian dunia yang bergejolak.

Menurutnya, inflasi bukan sekadar urusan bank sentral, melainkan juga menjadi urusan bersama lintas pemangku kepentingan. Salah satu bentuk sinergi yang dilakukan adalah Kementerian Dalam Negeri rutin mengadakan pertemuan dalam jaringan dengan seluruh kepala daerah setiap pekan untuk bersinergi mengendalikan inflasi.

Sinergi dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan dan masyarakat juga terbukti menjadi kunci dalam penanganan Covid-19. Sudarto menuturkan Indonesia menjadi salah satu negara yang terbaik dalam penanganan pandemi Covid-19.

Selain itu, dia menambahkan diperlukan cara-cara baru bagi pembangunan dan pengembangan lebih 74 juta desa dan lebih 62 juta UMKM di seluruh Indonesia.

Dia mengajak seluruh pihak untuk bersinergi mengembangkan UMKM dan desa dan mengatasi tantangan yang dihadapi, seperti aspek inovasi dan teknologi, pemasaran, sumber daya manusia, pembiayaan dan tata kelola dan kelembagaan, karena kemajuan UMKM dan desa akan berdampak pada pembangunan Indonesia.

Sebelumnya, Presiden RI, Joko Widodo, menegaskan pentingnya pembangunan wilayah perdesaan seperti yang diupayakan oleh Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi).

"Pembangunan desa itu sangat penting, sejalan dengan program pemerintah yang membangun dari pinggiran," tutur Jokowi dalam Pembukaan Jambore Nasional Dai Desa Madani Parmusi 2023 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (26/9).

Menurut Jokowi, pemerintah menunjukkan komitmen pembangunan dengan memberikan dana desa yang sampai tahun 2023 berjumlah 539 triliun rupiah untuk 74.800 desa di seluruh Tanah Air.

Melalui distribusi dana desa tersebut, papar Jokowi, telah terbangun 326.000 kilometer jalan desa, 6.400 embung desa untuk mendukung irigasi, serta 14.000 pasar desa.

Hilirisasi Industri

Sementara itu, Deputi bidang Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koperasi dan UKM, Hanung Harimba Rachman, mengatakan pemerintah berkomitmen meningkatkan kualitas UMKM dengan menyelenggarakan pelatihan dan membangun pabrik dalam rangka mendukung hilirisasi industri.

"Kami membuat pabrik supaya standarnya sama seperti di luar negeri. Kami latih juga kemampuannya," kata Hanung di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Kebudayaan Harus Menjadi Id...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.