Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspadai Ini, ODHA 16 Kali Lebih Rentan Terjangkit TBC

📅 Kamis, 26 Okt 2023, 00:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waspadai Ini, ODHA 16 Kali Lebih Rentan Terjangkit TBC Doc: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
Ket. Guru Besar Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Dr Tjandra Yoga Aditama.

Jakarta - Waspadai ini, Guru Besar Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Dr Tjandra Yoga Aditama mengemukakan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) berisiko 16 kali lebih rentan terjangkit Tuberkulosis (TBC).

"Setiap tahun ada sekitar 1,6 juta orang meninggal karena TBC, termasuk 187.000 ODHA," kata Tjandra Yoga Aditama di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan hal tersebut menjadi salah satu dari topik terbaru seputar perkembangan TBC di dunia yang dibahas dalam forumUN General Assembly High-level Meeting on the fight against tuberculosisdi New York pada 22 September 2023.

Walaupun TBC adalah penyakit yang dapat dicegah dan bahkan dapat diobati sampai sembuh, kata Tjandra, setiap tahunnya ada 10,6 juta pasien TBC di dunia.

"Pasien tersebut terdiri atas 56,5 persen pria, 32,5 persen wanita, dan 11 persen anak-anak," katanya.

Selain itu, jutaan pasien TBC di dunia masih belum mendapat akses diagnosis dan pengobatan yang memadai, utamanya di negara berkembang, kata Tjandra menambahkan.

"Pada tahun 2021 hanya 61 persen pasien TBC yang berhasil didiagnosis dan diobati dengan baik, dan hanya 38 persen yang didiagnosis berdasar tes cepat molekuler (TCM) sesuai rekomendasi WHO," katanya.

Tjandra yang juga mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara mengatakan target pengendalian TBC di dunia juga belum kunjung tercapai.

Hanya 66 persen pasien TBC resisten yang mendapat pengobatan, 42 persen lainnya mendapat terapi pencegahan TBC, serta sekitar separuh pasien TBC dan keluarganya menghadapi masalah finansial akibat TBC.

Dikatakan Tjandra, WHO merekomendasikan intervensi untuk memperpendek durasi terapi pencegahan TBC menjadi satu bulan, pengobatan TBC menjadi 4 bulan, pengobatan TBC resisten ganda (MDR TB) dan resisten rifampisin (RR) diperpendek jadi 6 bulan.

"Semua bentuknya oral saja serta adanya tes baru untuk infeksi dan penyakit TBC," ujarnya.

Selain itu, kata Tjandra, pada tahun 2023 sudah ada perkembangan penelitian yang mencakup 28 obat dan 16 vaksin TBC.

"Semoga Indonesia juga berperan penting dalam penelitian dan upaya mendapatkan vaksin, tes diagnosis dan obat terbaru tuberkulosis dunia," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.