Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Muhadjir: Pendidikan Karakter Anak Harus Dimulai Sedini Mungkin

📅 Rabu, 25 Okt 2023, 06:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Muhadjir: Pendidikan Karakter  Anak Harus Dimulai Sedini Mungkin Doc: kemenkopmk.go.id

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, menyatakan pendidikan karakter pada anak harus dilakukan sedini mungkin guna membangun kesadaran dan pemahaman mengenai toleransi.

"Itu penting sekali untuk mewujudkan pendidikan Indonesia yang majemuk demi kepentingan masa depan Indonesia," ujar Menko Muhadjir dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (24/10).

Menko Muhadjir mengatakan dalam menjaga kemajemukan melalui persatuan, sangat penting untuk meneruskan tren positif pembangunan Bangsa Indonesia pada masa datang. Apalagi, kata dia, saat ini Indonesia tengah mempersiapkan diri untuk menyambut dampak positif dari bonus demografi yang akan mencapai puncaknya pada tahun 2045.

Ia menjelaskan dua karakter penting yang harus ditanamkan sejak dini yakni karakter personal dalam menilai baik dan buruk, kedisiplinan, serta kemandirian.

"Sementara yang kedua adalah karakter sosial agar dapat berkomunikasi dengan baik hingga penanaman nilai-nilai toleransi," kata Menko Muhadjir.

Dalam rangka mewujudkan itu Menko Muhadjir mengajak semua pihak untuk mencermati kembali Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.

"Pada dasarnya regulasi tersebut berisi tentang penekanan pentingnya karakter melalui pendidikan yang holistik dan integratif," kata Menko Muhadjir.

Dalam upaya mewujudkan model pendidikan itu, lanjutnya, pemerintah telah mengupayakan lewat Pendidikan Anak Usia Dini-Holistik Integratif (PAUD-HI). PAUD-HI ini dirancang agar terkoneksi langsung dengan posyandu dalam memberikan edukasi mengenai kesehatan serta pengasuhan anak sejak dini.

"Upaya itu juga seharusnya berlaku bagi jenjang pendidikan sekolah dasar hingga sekolah menengah," kata dia.

Menko Muhadjir menyebut Perpres Nomor 87 Tahun 2017 yang dahulu diartikan sebagai full day school mengarahkan sekolah formal untuk menjalin kerja sama dengan satuan pendidikan keagamaan dan membentuk pendidikan yang holistik dan integratif.

"Full day schoolitu bukan berarti sehari penuh berada di sekolah, tetapi kegiatan anak selama sehari itu berada di dalam tanggung jawab sekolah, baik saat anak di masjid, gereja, pura, wihara, dan sebagainya," kata Menko Muhadjir. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.