Pasukan Manggala Agni Bantu Tangani Kebakaran TPA Rawa Kucing
📅 Senin, 23 Okt 2023, 21:19 WIB | Oleh: Marcellus Widiarto
Doc: istimewa
JAKARTA - Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Kota Tangerang memiliki risiko yang sangat serius dan dapat mengganggu kondisi stabilitas, mengingat lokasi TPA berada di antara dua runway Bandara Soekarno-Hatta, yang berimplikasi juga terhadap isu penerbangan internasional.
Disamping itu, beberapa industri chemical berbatasan langsung dengan pagar (boundary) TPA, sehingga kalau ini terdampak, risikonya bisa menjadi lebih buruk.
"Oleh sebab itu, dukungan yang diberikan langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) termasuk Pasukan Manggala Agni, menjadi sangat penting dilakukan dalam konteks tersebut," ujar Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati dalam laporannya kepada Menteri LHK, Senin (23/10) terkait penanganan dan penanggulangan kebakaran TPA Rawa Kucing, Kota Tangerang
Menurut siaran persnya, dalam laporannya, Dirjen Rosa menyatakan pada Seninini, dilakukan koordinasi secara intens dengan pihak Pemda, TNI, Polri, dan BNPB serta pihak Air Navigation, secara umum ada dua operasi intensif yang dilakukan, yaitu operasi pemadaman darat, operasi udara, dan pengatan lewat drone setiap hari.
Adapun Operasi Pemadaman Darat, lanjut Rosa Vivien, merupakan operasi yang difasilitasi oleh Pasukan Manggala Agni serta dengan mengerahkan sekitar 600 personel dari Pemda, TNI, dan Polri. Operasi darat dimulai dari titik pintu tiga, wilayah selatan, karena lokasi terbakar paling hebat berada di lokasi ini. Operasi darat akan dimulai pukul 07.00-09.00 (Shift 1), pukul 09.00-11.00 (Shift 2), pukul 15.00-17.00 (shift-3), jika memungkinkn kalau penerangan pukul 19.00-22.00 (Shift-4).
Sebaiknya Anda baca juga:
Sedangkan operasi udara, kata Rosa Vivien, dengan melakukan water bombing dan dipimpin oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dengan wilayah operasi sebelah utara. Operasi dilakukan secara paralel mulai pukul 07.00 dan selesai pukul 16.00 dalam tiga shift.
Selain itu, lanjut Rosa Vivien, KLHK setiap hari akan melakukan penerbangan drone, pagi pukul 05.00-06.00 dan sore pukul 16.00-17.00 sebagai upaya untuk bahan evaluasi rencana kerja dan melihat progress pekerjaan di lapangan.
"Kami sempat mengecek lokasi ke lapangan, kondisi titik api masih terlihat banyak dan asap tebal. Kami juga sempat menemui Pasukan Manggala Agni untuk memberikan semangat dan motivasi," ungkap Rosa Vivien.
Sebaiknya Anda baca juga:
TPA Rawa Kucing yang memiliki luas wilayah 34,8 Ha ini mulai terjadi kebakaran pada Jumat (20/10) pukul 14.00 WIB. Sampai saat ini tim satgas masih mengupayakan operasi pemadaman darat yang berikutnya akan dibantu upaya water bombing.
Sebelumnya, Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar telah mengirim telegram yang ditujukan kepada gubernur, wali kota, dan bupati se-Indonesia terkiat degan kondisi kebakaran di beberapa TPA. Oleh karena itu para gubernur, walik kota, dan bupati di seluruh Indonesia, untuk melakukan sejumlah hal.
- Menghentikan sementara operasi TPA
- Membersihkan jalan akse menuju TPA unuk kendaraan pemadam, medis, dan logistik.
- Melaksanakan pemadaman api dengan penyiraman air lewat darat dan udara dengan bersinergi TNI dan Polri.
- Spot yang sudah padam agar segera ditimbun dengan tanah.
Dalam telegramnya, Menteri LHK, Siti Nurbaya memerintahkan pencegahan kebakaran di TPA dengan beberapa upaya.
Pertama, memelihara lapisan penutup pada timbunan sampah, baik tanah penutup harian untk daerah landfill yang masih aktif dan lapisan tanah penutup akhir untuk area landfill tidak aktif berupa tanah kompos dan endapan.
Kedua, hindari kontak timbunan sampah dengan sumber api.
Ketiga, melakukan penyiraman timbunan sampah secara berkala utuk menurunkan suhu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!