Kematian Akibat Stroke Global Diprediksi Meningkat Benerapa Dekade Mendatang
📅 Minggu, 22 Okt 2023, 12:25 WIB | Oleh: Rivaldi Dani RahmadiTetapi negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah juga kurang siap untuk menangani peningkatan stroke.
"Negara-negara ini tidak memiliki jenis infrastruktur medis seperti yang kita miliki di negara-negara berpenghasilan tinggi," kata Ovbiagele.
Ia mencatat bahwa fakta bahwa insiden stroke meningkat di seluruh dunia saja akan meningkatkan jumlah orang yang meninggal akibat stroke.
"Tetapi fakta bahwa lebih banyak stroke ini terjadi di tempat-tempat di mana sumber daya ini tidak ada di sana, hal ini dapat menyebabkan lebih banyak lagi kematian akibat stroke di negara-negara tersebut, dan oleh karena itu, secara global, ke depannya," tuturnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Waktu sangat penting dalam pengobatan stroke. Kelangsungan hidup dan pemulihan akan berkurang secara drastis jika seseorang tidak dirawat karena stroke dalam waktu beberapa jam setelah terserang stroke.
Kemampuan untuk sampai ke rumah sakit dan dirawat dengan obat penghilang gumpalan atau pembedahan dengan segera sangat penting, tetapi sumber daya yang dimiliki seseorang setelah menerima perawatan akut sangat meningkatkan peluang seseorang untuk pulih tanpa menjadi cacat. Laporan baru ini memperkirakan biaya langsung dan hilangnya pendapatan akan meningkat dua kali lipat, menjadi 2,31 triliun dolar AS pada tahun 2050. Negara-negara Asia dan Afrika diperkirakan akan merasakan sebagian besar dampak ekonomi ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!