Wapres Minta Pendukung Capres Wujudkan Pemilu Damai
📅 Jumat, 20 Okt 2023, 03:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: istimewa/wapresri.go.id
SUMATERA UTARA - Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'ruf Amin menekankan pentingnya peran pendukung calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dalam mewujudkan Pemilu 2024 yang damai.
"Bagi mereka pendukung masing-masing pihak jangan ada saling kemudian ya menghina. Mereka boleh menjual calonnya tapi tidak menjelekkan calon yang lain, yang berpotensi terjadinya...ini para pendukung ini penting," kata Wapres usai menghadiri Ikrar Merajut Keberagaman Nusantara di GOR Serbaguna Pemprov Sumut, Deli Serdang, Sumatra Utara, Kamis (19/10).
Wapres mengingatkan bahwa seiring masuknya tahun politik, tentu banyak isu hangat yang menjadi perbincangan publik. Oleh karena itu, ia meminta pendukung dan kontestan untuk memperbanyak narasi-narasi kerukunan, bukan narasi konflik atau permusuhan yang justru berpotensi memecah persatuan bangsa.
"Para kontestan ini harus membuat pakta integritas untuk tidak melakukan hal-hal yang ucapan, tindakan, provokasi, narasi-narasi itu jangan sampai menggunakan narasi yang mengarah terjadinya potensi konflik ataupun kebencian," ujar Ma'ruf.
Selain kepada pendukung dan kontestan capres-cawapres, Wapres juga meminta para pimpinan partai menjaga Pemilu 2024 berjalan dengan baik dengan permainan politik yang bersih dan jujur. Begitu juga dengan pelaksana penyelenggara Pemilu, yakni KPU, Bawaslu dan DKPP harus berlaku adil, tidak memihak dan berpegang pada aturan yang benar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ma'ruf turut meminta aparatur sipil negara (ASN), pemerintah daerah, hingga penegak hukum bersikap netral terhadap kontestan. "Kalau semua ini bisa kita lakukan dengan baik, Insya Allah Pemilu berjalan dan...selamat," kata Wapres.
Waspadai Hoaks
Dalam kesempatan itu, Wapres Ma'ruf Amin juga meminta untuk mewaspadai kabar bohong atau hoaks karena jika dilakukan pada skala nasional dapat membuat kekacauan di Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengingatkan bahwa cerita hoaks dapat dilakukan pada tingkat RT, RW, lurah, kabupaten, bahkan provinsi dan nasional.
Ma'ruf menilai tantangan besar yang sedang dihadapi bangsa Indonesia saat ini, terutama pada tahun politik adalah dampak negatif dari kemajuan teknologi. Keterbukaan dan kebebasan berekspresi di ruang publik, termasuk di media sosial, masih sering dicemari dengan hoaks dan ujaran yang memicu perselisihan.
Padahal, kata Ma'ruf, kebebasan berpendapat dapat disampaikan secara santun, tanpa meninggalkan etika dan budaya. Ant/S-2
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!