Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebudayaan di Perkotaan Perlu Ditingkatkan

📅 Jumat, 20 Okt 2023, 02:20 WIB | Oleh:
Kebudayaan di Perkotaan Perlu Ditingkatkan Doc: ANTARA/Astrid Faidlatul Habibah
Ket. Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid dalam acara Kurasi Pengamen di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (16/9).

JAKARTA - Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Hilmar Farid, mengatakan perkembangan kebudayaan di perkotaan masih perlu ditingkatkan baik secara program maupun ruang. Hal tersebut penting untuk mengimbangi pembangunan infrastruktur yang sangat cepat.

"Perkembangan pembangunannya berjalan lebih cepat sementara kegiatan kebudayaan kita, kesempatan mengasah kepekaan artistik kita ini ruangnya masih terbatas," ujar Hilmar, dalam Pembukaan Festival Kata Kota Kita, di Jakarta, Kamis (18/10) petang.

Dia menyebut, adanya Festival Kata Kota Kita bertujuan untuk memicu perkembangan kebudayaan di berbagai level melalui berbagai macam media. Dia berharap, percakapan mengenai kebudayaan di perkotaan dapat terus terjadi.

Hilmar menambahkan, kebudayaan merupakan bagian penting dalam pembangunan manusia. Perkembangan kebudayaan di kota menjadi penting sebab mayoritas penduduk Indonesia mulai hidup di perkotaan. "Saat ini sudah 57,9 persen penduduk Indonesia hidup di kota. 2050 mungkin 65 sampai 70 persen. Jadi kota sudah menjadi fakta kehidupan yang tidak bisa lagi kita hindari," tandasnya.

Sebagai informasi, Festival Kata Kota merupakan bagian dari Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) tahun 2023. PKN 2023 diadakan di 40 titik yang tersebar di Jabodetabek pada 20-29 Oktober 2024.

Dewan Kurator PKN 2023, Handoko Hendroyono, menyebut kebudayaan bisa menjadi bentuk diplomasi bagi warga dalam menyampaikan masukan terkait perkembangan kota. Menurutnya, anak-anak muda saat ini sangat tanggap terhadap kebudayaan.

Secara terpisah, Kurator Gerakan Kalcer, Melvi, mengatakan, dalam PKN 2023 terdapat kegiatan lokakarya bagi pelaku budaya dan pemangku kepentingan dari 37 provinsi di Indonesia untuk menentukan bentuk penjenamaan kota atau city branding.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.