Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jerome Powell: Inflasi AS 'Masih Terlalu Tinggi'

📅 Jumat, 20 Okt 2023, 08:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jerome Powell: Inflasi AS 'Masih Terlalu Tinggi' Doc: CNA/AFP/Mandel Ngan
Ket. Ketua The Fed Jerome Powell .

WASHINGTON - Inflasi AS "masih terlalu tinggi" meskipun terjadi perlambatan baru-baru ini, kata Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada Kamis (19/10), membuka kemungkinan kenaikan suku bunga baru.

Bukti tambahan dari "pertumbuhan yang terus-menerus di atas tren" atau tanda-tanda baru pengetatan pasar tenaga kerja "dapat membenarkan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut," katanya dalam sebuah konferensi di New York.

The Fed baru-baru ini memperlambat kampanye agresif pengetatan moneternya yang menaikkan suku bunga acuannya ke level tertinggi dalam 22 tahun, dengan tujuan untuk memperlambat inflasi tanpa mendorong perekonomian AS ke dalam resesi.

Inflasi umum yang diukur dengan ukuran favorit The Fed telah berkurang lebih dari setengahnya sejak mencapai puncaknya pada Juni tahun lalu, namun masih tertahan di atas target jangka panjang sebesar 2 persen.

"Inflasi masih terlalu tinggi, dan data yang baik dalam beberapa bulan hanyalah permulaan dari apa yang diperlukan untuk membangun keyakinan bahwa inflasi bergerak turun secara berkelanjutan menuju tujuan kita," kata Powell dalam pidatonya yang sempat tertunda oleh aksi unjuk rasa perubahan iklim.

"Kita belum bisa mengetahui berapa lama angka yang lebih rendah ini akan bertahan, atau di mana inflasi akan stabil pada kuartal-kuartal mendatang," lanjutnya. The Fed akan melanjutkan pertemuan suku bunganya dengan "hati-hati" di masa depan.

"The Fed tidak terburu-buru untuk memperketat kebijakan moneter lebih lanjut. Kenaikan suku bunga di bulan November dapat diperkirakan dengan aman," tulis Kepala Ekonom EY Gregory Daco dalam sebuah catatan kepada kliennya.

Saham-saham AS turun menyusul pernyataan Powell, mengakhiri hari dengan kuat di zona merah.

Kebijakan Monoter Bersifat Restriktif

Powell mengatakan sikap kebijakan The Fed saat ini bersifat "restriktif", yang menunjukkan bahwa kebijakan moneter berupaya untuk memberikan "tekanan terhadap aktivitas ekonomi dan inflasi."

Perekonomian AS "menangani suku bunga yang jauh lebih tinggi, setidaknya untuk saat ini, tanpa kesulitan," katanya.

"Apakah kebijakan saat ini terasa terlalu ketat? Saya harus mengatakan tidak," tambahnya.

Data terbaru menunjukkan berlanjutnya kekuatan ekonomi AS yang didukung oleh ketahanan belanja konsumen, sementara pasar tenaga kerja yang ketat menunjukkan tanda-tanda pelemahan.

Powell memperingatkan bahwa "berbagai ketidakpastian, baik yang lama maupun yang baru," mempersulit kebijakan moneter.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dari Ramadan hingga Pascaidulfitri: PLN NP Pasok 14,1 GW Listrik, Siagakan 8.898 Personel
    Preview komentar:
    Layanan Call center Neo Bank. Anda wajib, Segera hubungi ...
    Layanan Call center Neo Bank. Anda wajib, Segera hubungi ...
  • Produksi Terus Anjlok, RUU Migas Dituntut Hentikan Tren Penurunan Lifting Minyak
    Preview komentar:
    Berapa WA Neo Bank. Nomor WhatsApp resmi BNC (Neobank) ...
    Berapa WA Neo Bank. Nomor WhatsApp resmi BNC (Neobank) ...
  • Ogah Latih Timnas Senior! Timo Scheunemann Bongkar Alasan Mengejutkan di Balik Keputusannya!
    Preview komentar:
    Berapa WA Bank Neo. Nomor WhatsApp resmi BNC (Neobank) ...
    Berapa WA Bank Neo. Nomor WhatsApp resmi BNC (Neobank) ...
Luar Negeri
Tiga Terluka dalam Puluhan ...
Megapolitan
Wisatawan ke Bogor Bakal Di...
Nasional
RI Pacu Pembangunan PLTS 30...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.