Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jejak Penyakit dari Plak Gigi

📅 Jumat, 20 Okt 2023, 06:25 WIB | Oleh:
Jejak Penyakit  dari Plak Gigi Doc: Universitas McMaster

Tempat terbaik untuk mencari DNA mikroba purba adalah dari plak gigi. Pada plak seseorang yang tidak menyikat gigi dengan benar terdapat residu menempel lalu memerangkap bakteri, yang pada akhirnya menyebabkan kerusakan gigi dan penyakit gusi.

Residu yang disebut plak itu mengalami proses mineralisasi yang kemudian mengeras, menjebak DNA bakteri dan virus mulut di dalamnya. Dari DNA yang ada digunakan untuk menguraikan kode genom mikroba ini memberi para ilmuwan akses informasi tentang kesehatan manusia di zaman lalu.

Sebuah proyek medis multinasional menggunakan plak gigi manusia untuk mengumpulkan sejarah pengobatan kusta pada abad pertengahan di Eropa. Dipimpin oleh Emanuela Cristiani dari Sapienza University of Rome, tim ini menganalisis karang gigi yang digali dari pemakaman abad pertengahan St Leonard's di Peterborough, Inggris, dan Saint-Thomas d'Aizier, di Prancis.

Tim menemukan jejak jahe pada beberapa individu, menunjukkan bahwa ada upaya yang dilakukan untuk mengobati kondisi tersebut. Misalnya, Constantine the African, seorang dokter terkenal pada abad ke-11 M, menulis tentang menyiapkan pengobatan oral yang mengandung jahe dan tumbuhan lainnya untuk meringankan sakit perut yang dipicu oleh kusta.

Merkuri juga ditemukan pada beberapa pasien, yang dapat digunakan untuk menutupi ketidaksempurnaan kulit dan sebagai salep pereda nyeri. Hal ini menunjukkan bahwa alih-alih hanya menstigmatisasi penderita, para korban juga mendapatkan perawatan.

Mengurutkan DNA gigi tidak hanya memberi tahu tentang penyakit menular apa yang diderita seseorang ketika mereka meninggal. Di masa depan, teknologi ini juga dapat mengungkap mikrobioma mulut seseorang kumpulan bakteri,archaea, dan jamur yang sangat besar dan beragam yang hidup di dalam dan sekitar mulut.

Informasi ini, pada gilirannya, dapat memberi tahu tentang prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di zaman dahulu. PTM adalah kondisi kronis yang bukan disebabkan oleh satu agen infeksius saja. Penyakit tersebut termasuk kondisi seperti penyakit jantung, diabetes, rheumatoid arthritis, dan Alzheimer.

"Ada penelitian selama beberapa dekade yang menunjukkan bagaimana kesehatan mulut dan mikrobioma mulut berhubungan dengan kondisi ini," kata Abigail Gancz, antropolog biologi di Pennsylvania State University kepadaBBC.

Dalam sebuah artikel baru-baru ini, Gancz berpendapat bahwa karena hubungan antara mikrobioma mulut dan PTM sudah sangat jelas. Para ilmuwan mungkin dapat menggunakan DNA mikroba purba untuk menyimpulkan apakah populasi manusia purba juga mengalami kondisi ini.

Meskipun penyakit ini sering dianggap sebagai penyakit modern yang disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, sebenarnya tidak tahu sejauh mana penyakit ini umum terjadi pada populasi nenek moyang manusia. Sayangnya sebagian besar penyakit tidak menular tidak meninggalkan jejak yang jelas pada kerangka manusia. Namun, ada tanda-tanda kehadirannya, meski tidak sebesar saat ini. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.