Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jangan Panik, BRIN Ingatkan Vaksinasi Smallpox Dapat Beri Perlindungan dari Cacar Monyet

📅 Jumat, 20 Okt 2023, 00:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jangan Panik, BRIN Ingatkan Vaksinasi Smallpox Dapat Beri Perlindungan dari Cacar Monyet Doc: ANTARA/Umarul Faruq
Ket. Penumpang pesawat melintasi alat pendeteksi suhu tubuh saat tiba di Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (17/5/2019). Kantor Kesehatan Pelabuhan kelas 1 Surabaya wilayah kerja bandara Juanda meningkatkan kewaspadaan dengan memasang alat pendeteksi suhu tubuh untuk mengantisipasi masuknya virus cacar monyet (monkeypox) ke wilayah Indonesia.

Jakarta - Jangan panik, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan vaksinasi cacar (smallpox) dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi virus cacar monyet (monkeypox).

Kepala Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis BRIN Harimat Hendarwandihubungi di Jakarta, Kamis, mengatakan vaksin yang diberikan untuk virus cacar juga dapat digunakan untuk memberi perlindungan silang dalam melawan infeksi akibatorthopoxviruslainnya.

"Vaksinasi cacar dapat memberikan perlindungan silang terhadaporthopoxviruseslain. Vaksin yang digunakan selama program pemberantasan cacar (smallpox) dapat memberikan perlindungan terhadapmonkeypox," kata dia.

Ia menjelaskan penelitian untuk mengembangkan vaksin baru smallpox telah dilakukan, tiga di antaranya yakni vaksin MVA-BN, LC16, dan OrthopoxVac sudah disetujui untuk pencegahan infeksi cacar monyet.

Ketiga vaksin tersebut dapat diprioritaskan untuk diberikan pada kelompok berisiko, seperti ibu hamil, anak-anak, serta orang yang memiliki gangguan imun tubuh.

Ia mengatakanCenters for Disease Control and Prevention(CDC) juga merekomendasikan vaksin Jynneos untuk diberikan terhadap kelompok masyarakat yang berisiko tinggi terinfeksi cacar monyet.

Selain itu,Harimatmenjelaskan dalam kasus ringan, gejala cacar monyet dapat dirasakan selama 2-4 minggu.

"Untuk kasus ringan, penyakit ini dengan gejala 2-4 minggu. Penanganannya umumnya adalah dengan obat suportif, pendukung, meningkatkan daya tahan tubuh, obat yang dipertimbangkan yakni Tecovirimat," katanya.

Masa inkubasi yang akan dilewati penderita sebelum mengalami gejala infeksi yakni selama 1-21 hari dengan gejala yang akan muncul, yaitu ruam pada kulit, demam, nyeri otot, nyeri menelan, serta pembengkakan kelenjar getah bening.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.