Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Tekankan Stabilitas Batas Negara Hadapi Isu Kenaikan Permukaan Air Laut di AALCO

📅 Rabu, 18 Okt 2023, 13:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Tekankan Stabilitas Batas Negara Hadapi Isu Kenaikan Permukaan Air Laut di AALCO Doc: antarafoto
Ket. Pertemuan Organisasi Konsultasi Hukum Asia Afrika (AALCO) ke-61 di Nusa Dua, Bali.

BALI - Pemerintah Indonesia menekankan stabilitas batas negara untuk menghadapi isu terkait kenaikan permukaan air laut pada pertemuan Organisasi Konsultasi Hukum Asia Afrika (AALCO) ke-61 di Nusa Dua, Bali.

"Untuk menjaga stabilitas keamanan, kami perlu mencari cara terbaik untuk melakukan advokasi dalam menjaga perjanjian penerapan batas negara dengan negara tetangga," kata Direktur Hukum dan Perjanjian Politik dan Keamanan Kementerian Luar Negeri Indra Rosandry di sela pertemuan AALCO ke-61 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (18/10).

Isu kenaikan permukaan air laut menjadi salah satu perhatian 47 negara anggota AALCO termasuk Indonesia.

Naiknya permukaan air laut bisa mempengaruhi batas luar sebuah negara yang diukur dari garis pangkal suatu negara.

Indonesia, lanjut dia, yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau kecil mencermati kenaikan permukaan air laut merupakan ancaman nyata.

Untuk itu, Indra yang menjadi pengganti Ketua Delegasi Indonesia di forum AALCO ke-61 itu mengungkapkan Indonesia mendorong negara anggota AALCO untuk secara cermat mengidentifikasi hubungan antara hukum laut dan masalah kenaikan permukaan laut.

Untuk itu pada sidang AALCO di Bali itu, Indonesia memberikan perhatian khusus terkait kepastian hukum terkait kepastian dan keseimbangan hukum dalam menyikapi naiknya permukaan air laut akibat pemanasan global.

Berdasarkan laporan panel antar pemerintah tentang perubahan iklim (IPPC) pada 2021, permukaan air laut diperkirakan naik sekitar 41-101 cm pada tahun 2100.

"Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dan laut menjadi bagian penting dalam menunjang berbagai aspek kehidupan. Di sisi lain, besarnya luas lautan Indonesia juga dapat menimbulkan risiko akibat perubahan iklim, khususnya kenaikan permukaan laut," katanya.

Dalam kesempatan itu, delegasi Indonesia itu berharap prinsip kepastian, keamanan, dan pelestarian keseimbangan hak dan kewajiban menjadi poin yang harus dipertahankan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

53 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.