Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes Kejar Kontak Erat Pasien Cacar Monyet

📅 Rabu, 18 Okt 2023, 05:23 WIB | Oleh:
Dinkes Kejar Kontak Erat Pasien Cacar Monyet Doc: ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Ket. Ilustrasi: Penderita cacar monyet atau monkeypox.

JAKARTA - Kontak erat pasien terkonfirmasi cacar monyet di Jakarta terus ditelusuri. Langkah ini dilakukan menyusul adanya laporan kasus tersebut yang terjadi padatanggal 14 Oktober. "Kami tengah menelusuri lebih lanjut untuk menggali dan memeriksa kontak erat pasien cacar monyet," jelas Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Jakarta, Ani Ruspitawati, Selasa (17/10).

Ani menjelaskan, pasien terkonfirmasi adalah seorang pria dewasa mengidap gejala ringan dan kondisinya stabil. Kini pasien sedang menjalani isolasi. Ani menjelaskan, penderita cacar monyet harus menjalani isolasi diri sampai benar-benar sembuh. Pasien dapat menularkan penyakit tersebut kepada orang lain melalui kontak kulit, kontak luka, cairan tubuh, dan kontak seksual.

Untuk itu, Ani minta masyarakat yang memiliki riwayat berhubungan seksual dengan penderita cacar monyet dalam tiga pekan terakhir diminta memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Dia juga menegaskan bahwa individu yang memiliki riwayat berikut segera berobat ke faskes. Riwayat tersebut adalah hubungan seksual dengan pasien.

Kemudian, merasakan gejala seperti demam, lenting (atau luka kulit, mulut dan kelamin), serta benjolan atau pembesaran kelenjar getah bening di ketiak, dan leher. Lalu di selangkangan dan lipat paha segera berobat.

Untuk mencegah potensi tertular cacar monyet, Ani juga menyarankan masyarakat untuk menghindari kontak fisik dengan orang yang bergejala luka atau lenting isi air di kulitnya. "Juga lakukan berhubungan seksual dengan aman," harap Ani.

Selain itu, masyarakat hendaknya menjaga kebersihan diri, termasuk rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun. "Masyarakat tidak perlu panik. Pahami penyakit ini. Dapatkan informasinya hanya dari sumber tepercaya seperti kanal resmi pemerintah," kata Ani.

Sebelumnya, anggota Tim Kerja Direktorat Surveilans dan Kekarantinaan Kementerian Kesehatan, Chita Septiawati, menginformasikan mendapat laporan kasus cacar monyet pada tanggal 14 Oktober. Pasien tersebut terkonfirmasi terpapar cacar monyet setelah melalui serangkaian tes. Pasien adalah warga Jakarta.

Dengan temuan kasus baru tersebut, maka saat ini terdapat dua kasus cacar monyet di Indonesia. Kasus pertama ditemukan pada tanggal 20 Agustus 2022.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.