Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Berbagai Langkah Pintar Grup April untuk Menjadi Produsen Kertas Berkelanjutan

📅 Selasa, 17 Okt 2023, 20:38 WIB | Oleh:
Berbagai Langkah Pintar Grup April untuk Menjadi Produsen Kertas Berkelanjutan Doc: istimewa
Ket. paperone

JAKARTA - Persepsi tentang produksi hingga penggunaan kertas sering dianggap negatif oleh sebagian orang. Padahal, dengan pengelolaan yang tepat, mulai dari pengelolaan hutan berkelanjutan sebagai sumber utama bahan baku kertas, proses produksi yang ramah lingkungan, hingga pemanfaatan kertas yang telah terpakai atau daur ulang, semua hal tersebut dapat berkontribusi positif.

Grup April sebagai produsen produk PaperOne memiliki program komitmen berkelanjutan dengan nama April2030. Hal ini sebagai sebuah komitmen untuk memberi dampak positif bagi alam, iklim, serta pengembangan masyarakat dengan tetap menjadi perusahaan yang terus tumbuh dan senantiasa memperhatikan aspek keberlanjutan.

Diluncurkan Grup April pada 1998, PaperOne menjadi produk kertas unggulan untuk kebutuhan cetak rumahan, kantor, dan niaga. PaperOne yang telah diekspor ke lebih dari 110 negara ini secara konsisten melakukan inovasi untuk menghasilkan produk kertas premium berkualitas tinggi, namun tetap memperhatikan dampak lingkungan.

PaperOne sebagai kertas berkualitas yang memberi dampak seminimal mungkin terhadap lingkungan bukan hanya slogan. Hal ini dibuktikan dengan mengantongi sertifikat Programme for the Endorsement of Forest Certification (PEFC), yaitu merupakan sistem sertifikasi hutan internasional dalam upaya mendukung hutan berkelanjutan secara ekologi, sosial dan ekonomi.

"PaperOne menghadirkan rangkaian produk kertas bermutu yang terbuat dari 100 persen serat terbarukan dan menawarkan solusi terbaik untuk keperluan cetak dancopy. Kertas terbuat dari bubur kayu (pulp) yang dihasilkan dari pohon yang ditebang dalam kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI)," ungkap Direktur Utama PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), unit operasional April Group, Sihol Aritonang, melalui keterangan tertulis baru-baru ini.

Ia menambahkan, visi jangka panjang dan berkelanjutan Grup April meliputi target untuk menurunkan emisi karbon secara drastis dan mencapai nol emisi karbon dari penggunaan lahan, memastikan tidak adanya area konservasi dan restorasi yang hilang. Selain itu mendukung area lanskap berkembang di mana proses produksi Grup April hanya akan menggunakan bahan dari sumber terbarukan untuk melindungi hutan dan keanekaragaman hayati, kemajuan inklusif untuk masyarakat serta pertumbuhan berkelanjutan.

"Kami percaya bahwa prinsip-prinsip Pengelolaan Hutan Berkelanjutan adalah bagian penting dari solusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan dan memberi manfaat sosial dalam jangka panjang bagi bangsa Indonesia. Momen 25 tahun PaperOne ini semakin memantapkan komitmen kami untuk menghasilkan kertas berkualitas tinggi dengan dampak serendah mungkin pada lingkungan,"terang Sihol.

Melalui Grup April yang merupakan salah satu penghasilpulpdan kertas terbesar dengan teknologi yang diklaim terkini dan terefisien di dunia. Sumbangsih 25 tahun PaperOne kepada bumi Indonesia yaitu telah menciptakan sekitar 9.000 lapangan kerja secara langsung dan membuka kesempatan kerja untuk sekitar 90.000 orang secara tidak langsung.

Sebaiknya Anda baca juga:

Cegah Perubahan Iklim

Permasalahan global yang terjadi saat ini adalah perubahan iklim. Hasil kesepakatan Persetujuan Paris 2015, yaitu negara yang hadir diminta untuk ikut menjaga tingkat pemanasan global agar tetap berada di bawah 2 derajat Celcius untuk mencegah bencana perubahan iklim.

Komitmen yang disebut April2030 telah memberi hasil nyata dalam mencegah perubahan iklim. Di antaranya inisiasi yang telah dilakukan adalah penanaman lebih dari 150 juta pohon per tahun, pelestarian lebih 250 ribu hektar Hutan Bernilai Konservasi Tinggi, serta 150.000 hektar hutan sedang menjalani restorasi ekosistem.

Untuk mencegah kayu ilegal masuk dalam rantai pasokan dan produksi Grup April menerapkan sistem legalitas kayu secara menyeluruh. Upaya lainnya berupa kebijakan bebas dari bahan baku yang merusak hutan dan kebijakan bebas pembakaran.

"Hutan sebagai paru-paru dunia perlu dijaga kelestariannya dengan mencegah dan mengendalikan kebakaran hutan. Isu polusi udara yang sedang hangat menunjukkan pentingnya peran hutan sebagai penghasil gas oksigen (O2)," kata Sihol.

Polusi udara timbul dari berbagai macam sumber seperti asap industri, gas buang kendaraan bermotor, termasuk hutan yang terbakar. Untuk itu, perusahaan memiliki kebijakan Manajemen Kebakaran Terpadu yang berfokus pada pencegahan, kesiapsiagaan, pemadaman dan pemulihan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

23 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.