Dinas Kenalkan Diversifikasi Pangan
📅 Jumat, 13 Okt 2023, 05:23 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ANTARA/Risky Syukur
JAKARTA - Pemprov Jakarta terus mempromosikan diversifikasi pangan melalui program pembinaan terhadap masyarakat dan anak-anak agar tidak tergantung pada beras/nasi. "Kampanye penganekaragaman pangan kepada masyarakat untuk menjaga stabilitas ketahanan pangan, khususnya beras," tandas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi Jakarta, Suharini Eliawati, Kamis (12/10).
"Kami menyosialisasikan pola pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman yang disebut B2SA kepada anggota PKK, siswa, dan masyarakat umum," kata Suharini. Pangan B2SA menekankan penyediaan makanan beragam jenisnya, kaya gizi, proporsional sesuai dengan kebutuhan individu. Selain itu, juga bebas dari pencemaran.
Lebih jauh dia menyampaikan juga telah meluncurkan kampanye "kenyang tidak harus dengan nasi" melalui kegiatan Dapur B2SA yang ditujukan kepada anggota PKK tingkat kelurahan. Menu hasil olahan Dapur B2SA tersebut kemudian diperkenalkan kepada peserta didik di sekolah-sekolah.
Suharini turut mempromosikan diversifikasi pangan Jakarta dengan membina masyarakat tentang olahan pangan baik pertanian, peternakan, maupun perikanan. "Hal tersebut bertujuan menambah nilai jual, memperkaya gizi, dan memperpanjang umur simpan produk," ujarnya.
Dinas KPKP Jakarta juga melakukan pembinaan serta membantu pemasaran UMKM pangan yang menjual beragam jenis pangan melalui aplikasi pemesanan daring. Sebelumnya, kemendagri mengimbau semua pihak melaksanakan diversifikasi pangan atau aneka usaha lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tujuannya menghindari ketergantungan pada satu produk pangan, khususnya selama fenomena El Nino terjadi. Pelaksana harian Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri, Yudia Ramli, Jumat (6/10) mengatakan, Mendagri telah memberi contoh menganekaragamkan pangannya dengan mengonsumsi jagung dan ubi jalar, selain beras.
"Aneka usaha untuk menghindari ketergantungan tersebut perlu didorong agar tidak menyebabkan harga suatu komoditas lebih tinggi dibandingkan komoditas yang lain," kata Yudia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!