Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sudinkes Jaksel Gelar Program Mitigas Risiko Anemia Bagi Remaja Putri

📅 Kamis, 12 Okt 2023, 21:40 WIB | Oleh:
Sudinkes Jaksel Gelar Program Mitigas Risiko Anemia Bagi Remaja Putri Doc: ANTARA/HO-Diskominfotik Pemkot Jakarta Selatan
Ket. Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan memberikan penyuluhan tentang anemia bagi remaja di SMKN 47 Jakarta, Rabu (11/10).

JAKARTA -- Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Kota Administrasi Jakarta Selatan menyelenggarakan program mitigasi risiko anemia bagi remaja putri sejak usia Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk mencegah bayi yang dilahirkan stunting saat berkeluarga kelak.

"Program ini juga dilakukan di seluruh sekolah di Jakarta Selatan, dengan harapan dapat mencegah terjadinya anemia pada remaja putri sehingga dapat menurunkan angka stunting di kemudian hari," kataPengelola Program Gizi Sudinkes Jakarta Selatan, saat memberikan penyuluhantentang anemia bagi remaja di SMKN 47 Jakarta,Rabu.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas (Kasudin) Kesahatan Jakarta Selatan Yudi Dimyati mengatakan anemia (kekurangan darah) dapat menyebabkan dampak lainnya yang dapat mengganggu kesehatan.

"Penyakit anemia dapat berdampak risikokematian saat melahirkan, serta menjadisalah satu penyebab bayi lahir prematur, dan berat bayi yang cenderung rendah," kata Kasudin Kesehatan Jakarta Selatan Yudi Dimyati, saat dikonfirmasi di Jakarta.

Yudi Dimyati mengharapkan remaja putri bisa mengonsumsi tablet penambah darah secara rutin setiap seminggu sekali.

Dia menjelaskan, konsumsi tablet penambah darah juga perlu dilengkapi dengan pola makanan bergizi dan memenuhi zat besi untuk pencegahan anemia.

"Hal ini dilakukan agar bisa sedini mungkin mendeteksi kondisi kesehatan pada remaja putri.Karena saat dewasa nanti, mereka akan menjadi ibu yang akan menjalani masa kehamilan, melahirkan, sampai gizi untuk anaknya yang dilahirkan harus dipenuhi," ujarnya.

Berbagai hasil penelitian menunjukkan kaitan antara anemia saat hamil dengan risiko anak mengalami stunting. Oleh karena itu, pencegahan anemia sejak usia remaja berpotensi mengurangi risiko tumbuhnya generasi stunting di Jakarta Selatan.

Dia menambahkan anemia juga dapat berdampak padapenurunan imunitas, gangguan konsentrasi, penurunan prestasi belajar, hingga mengganggu kebugaran dan produktivitas.

Untuk itu, dia menargetkan semua sekolah di Jakarta Selatan dapat menerima program penyuluhan untuk pencegahan bagi remaja putri.

"Harapannya semua sekolah terbuka dan mau menerima program pencegahan anemia bagi remaja putri," kata dia.

Dalam kegiatan penyuluhan para siswi perempuan diberikan skrining kesehatan, pemeriksaan hemoglobin darah. Kemudian siswi juga diberikan obat tablet penambah darah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.