Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kota Depok Perlu Pangan Alternatif

📅 Selasa, 10 Okt 2023, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kota Depok Perlu  Pangan Alternatif Doc: ANTARA/dok pribadi
Ket. Anggota DPRD Depok Rienova Serry Donie.

DEPOK - Masyarakat Depok didorong mencari pangan alternatif di saat harga kebutuhan pokok mahal. "Jadi jangan hanya mengonsumsi satu bahan pokok. Bisa konsumsi umbi-umbian seperti kentang, ubi, singkong, atau jagung," kata anggota DPRD Depok, Rienova Serry Donie, Senin (9/10).

Dia menyarankan masyarakat melakukan diversifikasi pangan ini dilakukan saat harga beras melambung tinggi. Rienova mengatakan masyarakat sebaiknya tidak hanya mengandalkan beras sebagai pangan pokok sehari-hari.

Menurut dia, beberapa jenis beras banyak berisi kandungan yang kurang bagus buat tubuh. Rienova menjelaskan, masih banyak bahan pokok pangan pengganti beras yang menyehatkan. "Makanan pengganti beras lebih sehat namun banyak yang bilang makan apa pun kalau belum ketemu nasi, dikatakan belum makan," ujarnya.

Dia menegaskan masyarakat harus terbiasa mengonsumsi makanan nonberas. Bahan lainnya juga bisa dikonsumsi seperti jagung, sorgum, dan sagu. Rienova Serry Donie menambahkan, umbi-umbian bisa diproduksi menjadi bolu, lapis, roti, dan keripik. Bahan tersebut setelah diolah memiliki rasa enak, lezat, dan juga banyak kandungan gizi.

"Makanan umbi-umbian bisa dijadikan panganan dengan memiliki kadar protein yang cukup tinggi dibanding beras," tuturnya. Rienova Serry Donie menuturkan, harga beras naik karena banyak faktor. Salah satunya banyak daerah gagal panen karena kondisi cuaca atau iklim yang panas terlalu lama.

Selain itu, stok beras nasional kurang mencukupi. Maka dari itu, perlu langkah strategis untuk mengurangi beban masyarakat khususnya bagi Pemerintah Kota Depok. "Perlu ada langkah-langkah startegis menangani harga beras sehingga bisa membantu meringankan beban masyarakat," jelas Rienova.

Lebih jauh Rienova menyarankan pemerintah melakukan operasi pasar dan penyaluran bansos untuk menekan harga beras di pasaran. Peningkatan cadangan pangan pemerintah dan penyaluran bantuan pangan melalui Bulog akan sangat membantu.

Lalu untuk menjaga stabil stok pangan nasional pemerintah perlu membuka lahan pertanian daerah. Langkah tersebut kata Rienova Serry Donie untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

"Negara kita sudah ada program food estate kan. Itu bentuk keseriusan pemerintah terhadap ketahanan pangan," tuturnya.

Selain itu dengan program tersebut, menurutnya, dapat melindungi lahan pertanian dan petani. Para petani dapat diperhatikan oleh pemerintah. Lebih lanjut dia menyarankan juga memberi kemudahan fasilitas pertanian bergaya modern, membuka sekolah berbasis pertanian, dan mengajak masyarakat edukasi. "Perlu juga memberikan perhatian ke petani dengan memberi insensif," ujarnya.

Harga beras di Depok memang cenderung naik. Harga di Pasar Kemirimuka ada kenaikan 1.000/liter untuk beras pera biasa dari 12.000 menjadi 13.000. Sedangkan jenis Petruk dari 11.500 menjadi 12.500.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.