Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Keren, 13 Inovasi Posyandu di Kabupaten Paser

📅 Jumat, 06 Okt 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keren, 13 Inovasi Posyandu di Kabupaten Paser Doc: ANTARA/Ho-DPMPD Kaltim
Ket. Kabid Pemberdayaan Kelembagaan dan Sosial Budaya pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim Roslindawaty (duduk di depan, dua dari kiri).

Kabupaten Paser - Keren, Tim Penilai Lomba Posyandu Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terkesan dengan 13 inovasi yang dipaparkan Posyandu Melati Putih di Desa Janju, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, terutama pemanfaatan bahan pangan lokal untuk mencegah stunting.

"Salah satu inovasi penuh gizi dan sudah kami nikmati tadi adalah es krim dari daun kelor. Es krim ini sangat nikmat dan pasti disukai anak-anak," ujar Kabid Pemberdayaan Kelembagaan dan Sosial Budaya pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim Roslindawaty di Tanah Grogot, Kamis.

Es krim nikmat penuh gizi hasil inovasi tersebut diberi nama Cetingan Eslor (Cegah Stunting dan anemia dengan es kelor), yakni produksi es krim berbahan pangan lokal daun kelor yang kaya zat besi untuk mencegah stunting, termasuk mencegah anemia bagi ibu hamil.

Berkat inovasi itu posyandu berhasil menurunkan angka stunting baik melalui pencegahan maupun penanganan, sehingga prevalensi stunting pada 2022 yang sebanyak 27 anak, maka Februari 2023 turun menjadi 8 anak, dan hingga Agustus 2023 turun lagi tersisa 2 anak stunting.

Sementara Kurniawati, Ketua Posyandu Melati Putih, dalam presentasi di depan Tim Penilai Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Kaltim menyampaikan selain inovasi Cetingan Eslor, masih ada 12 inovasi lain yang diterapkan, antara lain inovasi Kolenting (kolam ikan lele cegah stunting).

Kolenting merupakan kegiatan dengan memanfaatkan pekarangan posyandu melalui kolam leleyang kemudian diolah oleh kader untuk dibagikan kepada pengunjung posyandu, termasuk keluarga yang memiliki anak stunting maupun rawan stunting, karena akan memiliki kandungan protein tinggi.

Ada pula inovasi Nabuca Banting (naget ikan gabus cegah baduta/bayi usia di bawah dua tahun stunting), yakni hasil olahan kader dari bahan pangan lokal ikan gabus berupa naget, untuk dibagikan ke rumah penduduk maupun pengunjung posyandu.

Kemudian inovasi Tomat Antik (tanaman obat atasi stunting), yakni penyediaan tanaman obat keluarga di posyandu, kemudian dijadikan percontohan dan pendidikan asupan kesehatan bagi pengunjung posyandu untuk mencegah stunting.

"Ada pula inovasi produk ekonomi kreatif posyandu, yakni kader posyandu memproduksi keripik bayam brazil dan jamu untuk dijual, kemudian keuntungan dari penjualan dimasukkan dalam kas posyandu," kata Kurniawati.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.