Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Investor Jerman dan Jepang Lirik Indonesia

📅 Jumat, 06 Okt 2023, 11:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Investor Jerman dan Jepang Lirik Indonesia Doc: ISTIMEWA
Ket. Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian

JAKARTA - Indonesia dipandang masih menjadi tujuan menarik investasi asing, termasuk dari negara maju dengan pertimbangan stabilitas ekonomi. Kali ini, investor Jerman dan Jepang tertarik membenamkan modal mereka di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai stabilitas pertumbuhan ekonomi Indonesia membuat Jerman tertarik untuk membuka kerja sama investasi baru dengan Indonesia. Airlangga bertemu dengan delegasi bisnis Jerman yang dipimpin oleh Anggota Parlemen Jerman Andreas Scheuer selaku Presiden dan CEO Asienbrücke Association pada Rabu (4/10).

"Performa perekonomian Indonesia berada di jalur yang baik dalam beberapa kuartal terakhir. Bahkan pada kuartal ke II-2023, pertumbuhan ekonomi Indonesia terus tumbuh ke angka 5,17 persen (yoy)," kata Airlangga melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.

Asienbrücke Association merupakan organisasi nonprofit yang bertujuan untuk mempromosikan kerja sama negara-negara di kawasan Asia Pasifik dengan Jerman dan Uni Eropa. Dalam kunjungannya ke Indonesia, Asienbrücke Association mencari peluang kemitraan kerja sama ekonomi dan investasi, khususnya untuk sektor teknologi, mobilitas, dan logistik.

CEO Asienbrücke Association Andreas Scheuer mengapresiasi kestabilan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan menyampaikan terkait pentingnya sektor teknologi, mobilitas, dan logistik untuk menghadapi situasi global saat ini.

"Indonesia merupakan negara terbesar di ASEAN. Penting bagi Jerman sebagai mitra untuk terus menjalin kerja sama yang baik, terutama untuk memperbaiki neraca perdagangan kedua negara yang dinilai belum mencapai potensi terbaiknya," kata Andreas Scheuer.

Industri Farmasi

Pada kesempatan lain, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita meyakinkan industri farmasi dan alat kesehatan (alkes) Jepang bahwa Indonesia adalah pasar yang menarik dan prospektif. Hal itu disampaikan Menperin pada Forum Bisnis Farmasi dan Alat Kesehatan Indonesia-Jepang ke-2 pada 2023 di Osaka, Jepang, Kamis (5/10) waktu setempat.

"Indonesia akan menjadi negara tujuan yang menarik bagi investor alat kesehatan. Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat peningkatan signifikan dalam jumlah produsen peralatan kesehatan yang beroperasi di Indonesia," katanya lewat keterangan di Jakarta, kemarin.

Menurut Menperin, ada beberapa faktor utama yang membuat Indonesia menarik bagi produsen alat kesehatan, antara lain pasar yang besar dan terus tumbuh, populasi generasi muda, meningkatnya kelas menengah, kebijakan pemerintah yang pro bisnis, serta ketersediaan tenaga kerja industri terampil.

Menperin menyebutkan, pertumbuhan industri alat kesehatan di Indonesia semakin berkembang pesat. Pada 2021, pasarnya bernilai 3,5 miliar dollar AS, dan diperkirakan tumbuh menjadi 6,5 miliar dollar AS pada 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.