Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bisa Memperluas Landas Kontinen New Zealand

📅 Kamis, 05 Okt 2023, 06:25 WIB | Oleh:
Bisa Memperluas  Landas Kontinen  New Zealand Doc: GNS Science / Nick Mortimer

Lebih dari satu abad setelah Abel Janszoon Tasman menemukan New Zealand pada 1642, pembuat peta asal Inggris, James Cook, dikirim dalam perjalanan ilmiah ke belahan Bumi selatan. Instruksi resminya adalah mengamati lewatnya Venus antara Bumi dan Matahari, untuk menghitung seberapa jauh jarak Matahari.

Namun dia juga membawa serta sebuah amplop tertutup, yang diperintahkan untuk dibukanya setelah dia menyelesaikan tugas pertama. Ini berisi misi rahasia untuk menemukan benua selatan yang bisa dibilang langsung ia lewati sebelum mencapai New Zealand.

Petunjuk nyata pertama tentang keberadaan Zealandia dikumpulkan oleh naturalis Skotlandia, Sir James Hector, yang menghadiri perjalanan untuk mensurvei serangkaian pulau di lepas pantai selatan New Zealand pada 1895.

Setelah mempelajari geologi pulau-pulau tersebut, ia menyimpulkan bahwa New Zealand adalah "sisa rangkaian pegunungan yang membentuk puncak wilayah benua besar yang membentang jauh ke selatan dan timur, dan kini tenggelam…,".

Meskipun terdapat terobosan awal, pengetahuan tentang kemungkinan Zealandia masih belum jelas, dan hanya sedikit yang terjadi hingga era '60-an. "Segala sesuatunya terjadi sangat lambat di bidang ini," kata Nick Mortimer, ahli geologi di GNS Science yang memimpin studi pada 2017 dikutip BBC.

Kemudian pada era '60-an, para ahli geologi akhirnya menyepakati definisi tentang apa itu benua secara garis besar, suatu wilayah geologi dengan ketinggian yang tinggi, beragam jenis batuan, dan kerak yang tebal. Daratan semacam itu harus besar. "Anda tidak bisa menjadi bagian kecil," kata Mortimer.

Kemudian pada 1995, ahli geofisika Amerika Bruce Luyendyk kembali menggambarkan wilayah tersebut sebagai benua dan menyarankan untuk menamainya Zealandia. Dari sana, Andy Tulloch, ahli geologi di New Zealand Crown Research Institute GNS Science, yang merupakan bagian dari tim yang menemukan Zealandia.

Sekitar waktu yang sama, Konvensi PBB tentang Hukum Laut mulai berlaku, dan akhirnya memberi motivasi yang serius. Perjanjian ini menyatakan bahwa negara-negara dapat memperluas wilayah hukum mereka di luar Zona Ekonomi Eksklusif mereka, yang mencapai 200 mil laut (370 kilometer) dari garis pantai mereka, untuk mengklaim landas kontinen yang diperluas dengan semua kekayaan mineral dan minyak yang terkandung di dalamnya.

Jika New Zealand dapat membuktikan bahwa mereka adalah bagian dari benua yang lebih besar, maka wilayahnya dapat bertambah enam kali lipat. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
PLN Libatkan 26 UMKM pada P...
Nasional
Jadwal TKA untuk Jenjang SM...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.