Waduh, Minimnya Pengetahuan Penggunaan Alat Jadi Kendala Atasi Kanker

Rabu, 04 Okt 2023, 00:17 WIB

Jakarta - Waduh, Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta menyatakan bahwa masih minimnya pengetahuan tenaga medis soal penggunaan alat-alat pengobatan di rumah sakit yang tersedia menjadi salah satu kendala dalam mengatasi penyakit kanker di Indonesia.

"Radioterapi alatnya itu mahal sekali, ini harus dilatih dokternya. Kalau ada alat yang sudah dibeli, mahal-mahal, tapi mereka tidak bisa pakai atau salah pakainya justru bisa menciderai pasien," kata Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais Soeko Werdi Nindito dalam konferensi pers yang diikuti di Jakarta, Selasa.

Soeko menyoroti dari program-program pemerintah di bidang kesehatan sebelumnya dijalankan, minimnya pengetahuan tenaga medis telah menyebabkan alat-alat yang dibeli dengan harga mahal justru tidak terpakai, terutama di rumah sakit-rumah sakit yang ada di daerah.

Contohnya ketika menggunakan sinar laser untuk mengobati tumor seorang pasien, tenaga medis yang tidak memahami letak tumor dapat salah mengarahkan laser ke arah lain sehingga berpotensi mengenai jaringan tubuh yang sehat.

Bisa pula sinar laser yang digunakan menembus ruang operasi dan mengenai orang lain di luar ruangan.

"Sinarnya bisa tembus kemana-mana, karena sinar tidak bisa diberhentikan kecuali ada bunker yang cukup tebal. Kalaubunkernya retak sedikit, itu bisa tembus kemana-mana. Jadi orang sehat, kena sinar itu bahaya," katanya.

Lebih lanjut Soeko menyatakan sebagai bentuk kehadiran Dharmais dalam meningkatkan mutu dan kompetensi tenaga medis, jajarannya sudah menjalin kerja sama dengan berbagai mitra kerja termasuk pihak swasta untuk memberikan pelatihan penggunaan alat-alat medis dan menambah ilmu pengetahuan mereka.

Berbagai jenis pelatihan yang nantinya diberikan pun tidak difokuskan bagi tenaga medis yang bekerja di rumah sakit besar di perkotaan saja. Pelatihan juga dapat diikuti oleh tenaga medis yang berada di luar daerah.

Melalui upaya tersebut Soeko berharap tenaga medis dapat segera melakukan deteksi pada pasien yang berpotensi atau terkena kanker, supaya bisa cepat diberikan tata laksana medis yang sesuai dengan diagnosanya.

Ia juga berharap agar peningkatan kompetensi tersebut dijadikan sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit kanker, yang harga pengobatannya amat mahal dan membutuhkan banyak alat untuk menentukan jenis perawatan yang tepat.

Dengan demikian, setiap orang di daerah bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang sama dengan masyarakat di perkotaan.

"Jadi layanan kanker di Indonesia itu harus bisa juga diterapkan di rumah sakit daerah, tidak hanya di Dharmais saja. Itu membutuhkan alat-alat kesehatan terkait diagnostik kanker dan juga untuktreatment(yang diberikan tenaga medis untuk mengatasi) kanker," katanya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.