Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KPU: Pemilu Momentum Evaluasi Pejabat Publik

📅 Rabu, 04 Okt 2023, 01:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
KPU: Pemilu Momentum  Evaluasi Pejabat Publik Doc: ANTARA/Benny Jahang
Ket. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur Thomas Dohu.

KUPANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengatakan pemilihan umum (pemilu) yang dilaksanakan dalam lima tahun sekali di Indonesia menjadi momentum bagi masyarakat untuk melakukan evaluasi dalam menentukan hak politik.

"Pemilu yang berlangsung selama lima tahun sekali sebagai sarana kontrol dan evaluasi politik rakyat secara langsung terhadap penyelenggaraan negara," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur Thomas Dohu dalam kegiatan seminar dengan tema Gereja dan Politik partisipasi umat Katolik dalam menyukseskan tahun politik 2024 yang berlangsung di Aula Paroki St Yoseph Nikoten, Selasa (3/10).

Menurut Thomas Dohu dalam kegiatan seminar yang juga dihadiri Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang, Pr dengan moderator Abdi Keraf mengatakan pemilu serentak yang berlangsung pada 14 Februari 2024 sangat dibutuhkan adanya partisipasi masyarakat untuk menyukseskan perhelatan politik lima tahunan itu.

Menurut dia pemilu yang berlangsung selama lima tahun sekali sebagai sarana kontrol dan evaluasi politik rakyat secara langsung terhadap penyelenggaraan negara.

"Masyarakat akan bebas memilih siapa yang akan dipilihnya. Lima tahun itu menjadi sarana bagi rakyat untuk melakukan evaluasi dan tentu telah memiliki kriteria sendiri dalam menentukan siapa yang dipilihnya dalam pemilu apakah tetap dipertahankan atau berubah. Pilihan itu ditentukan pada saat pemilu yang dilakukan setiap lima tahun sekali," kata Thomas Dohu.

Amanat UUD 45

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Sjarifuddin Hasan menyatakan ikut memilih pada Pemilu 2024, merupakan salah satu bentuk ketaatan kepada Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

"Jadi, bila ada yang menginginkan pemilu ditunda, dipercepat, atau yang lainnya, maka hal demikian adalah bentuk pelanggaran UUD," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan UUD NRI 1945 merupakan salah satu dari empat pilar selain Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

UUD 1945 mengamanatkan pelaksanaan pemilu dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Sehingga, sebagai warga negara harus taat konstitusi. "Presiden, pemerintah, dan rakyat harus patuh pada konstitusi," ujarnya.

Dia menjelaskan pada 14 Februari 2024, pemerintah telah menetapkan akan diadakan pemilu, yakni pemilu presiden, legislatif, dan pemilihan anggota DPD. Dari pemilu yang ada, rakyat mempunyai hak untuk menentukan siapa-siapa pemimpin yang dianggap bisa memimpin Indonesia ke depan. "Sebagai ketaatan pada UUD maka semua harus mengikuti dan berkontribusi pada pelaksanaan pemilu," harapnya.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai sistem demokrasi Indonesia harus bisa keluar dari stagnasi yang dikategorikan sebagai belum mapan, masih berproses menuju kematangan dan pendewasaan.

"Jadi itu hasil penelitian ekonomis, bahwa kita sedang menuju ke demokrasi yang dewasa. Masih ada hal-hal yang membuat kita belum sampai ke sana, menjadi demokrasi yang sempurna," kata Bambang Soesatyo usai mengisi seminar nasional Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) ke-24 tahun 2023 Lemhannas RI di Jakarta, Selasa.

Bambang Soesatyo mengatakan bahwa laporan Economist Intelligence Unit menunjukkan, indeks demokrasi Indonesia berada pada skor 6,71 atau sama dengan perolehan tahun sebelumnya. Skor tersebut menempatkan Indonesia berada di peringkat 54 dari 167 negara yang disurvei pada Februari 2023, atau turun dari tahun sebelumnya yang berada di urutan ke 52.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

31 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.