Kebijakan Moneter Perlu Responsif dan Adaptif di Tengah Tantangan Global

Selasa, 03 Okt 2023, 00:00 WIB

DEPOK - Kebijakan moneter dan sektor keuangan sangat berperan penting untuk meminimalkan risiko-risiko dalam dunia keuangan, serta memberi perlindungan terhadap dana masyarakat yang ada pada lembaga keuangan. Untuk itu, kebijakan moneter perlu bersifat responsif dan adaptif di tengah tantangan global dan nasional yang semakin kompleks.

"Dengan tujuan mencapai stabilitas ekonomi termasuk stabilitas moneter dan stabilitas sistem keuangan, kebijakan moneter perlu bersifat responsif dan adaptif di tengah tantangan global dan nasional yang semakin kompleks," kata Guru Besar Ilmu Ekonomi Moneter Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI), Telisa Aulia Falianty, di Depok, pekan lalu.

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

Hal itu ditekankan Telisa usai dikukuhkan sebagai guru besar dengan menyampaikan pidato pengukuhannya, di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI), Depok.

Untuk itu, seperti dikutip dari Antara, Telisa menyampaikan terdapat lima hal penting yang perlu diperhatikan untuk kebijakan moneter dan keuangan menuju Indonesia Emas 2045.

Pertama, tambah Telisa, kolaborasi harus diperkuat antara otoritas moneter dan sektor keuangan melalui transisi dari sisi konvensional ke arah digitalisasi dan ekonomi hijau.

Perlu Menyesuaikan

Kedua, kata Telisa, kebijakan moneter dan sektor keuangan perlu menyesuaikan tren dekarbonisasi dan penerapan environmental social and governance (ESG) dengan mengukur dan menilai risiko keuangan yang dapat timbul dari perubahan iklim dan ESG faktor lainnya.

Ketiga, tambah Telisa, adalah kebijakan moneter dan sektor keuangan sesuai dengan amanah baru UU No 4 Tahun 2023 harus mampu beradaptasi dan bertransformasi di era transformasi ekonomi nasional dengan Visi Indonesia 2045 menuju negara yang berdaulat, maju, dan berkelanjutan.

Keempat, tambah Telisa, kuncinya adalah financial development dan inovasi yang terkendali dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan, berdaya tahan terhadap serangan siber, menjaga keamanan dan privasi data, memperhatikan kesiapan masyarakat dari berbagai kelompok pendapatan, serta prinsip kemanfaatan bahwa harus tetap bermanfaat untuk mendukung kesejahteraan masyarakat secara komprehensif.

Kelima, tambah dia, kebijakan moneter dan keuangan harus juga berpikir cerdas terhadap peningkatan ketidakpastian global, banyaknya anomali, geopolitik, dan geoekonomi yang terfragmentasi, termasuk multipolar currency world.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.