Demi Keamanan, Kemenpar Gandeng Pemda Tingkatkan Pengawasan Kegiatan Wisata di Sekitar Gunung Api

Jumat, 05 Jun 2026, 10:57 WIB

JAKARTA - Kementerian Pariwisata berkoordinasi dengan instansi dan pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan pengawasan kegiatan wisata di sekitar gunung berapi guna memastikan keamanan kegiatan pariwisata.

Kementerian Pariwisata menyatakan bahwa pemerintah memprioritaskan koordinasi pengawasan dalam mengatasi masalah kegiatan wisata di gunung api.

Ket. Foto: Pemandangan Gunung Dukono saat mengeluarkan abu vulkanik dari Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Selasa (12/5/2026). Pemerintah menutup semua jalur pendakian setelah gunung itu mengalami erupsi. — Sumber: ANTARA

"Prioritas utama kami saat ini adalah memastikan koordinasi dengan BASARNAS dan tim SAR berjalan cepat," demikian jawaban tertulis yang disampaikan Kementerian Pariwisata di Jakarta pada Jumat.

Kementerian Pariwisata selanjutnya juga akan berkoordinasi dengan pengelola obyek wisata alam untuk memperketat pengawasan di pintu masuk ke jalur pendakian gunung berapi.

Upaya itu dilakukan untuk memastikan tidak ada pendaki atau wisatawan yang melakukan kegiatan pendakian pada masa gunung api berstatus waspada atau siaga.

Selain itu, Kementerian Pariwisata akan melakukan audit terhadap para pemandu wisata guna memastikan mereka menaati ketentuan, tidak menuruti permintaan wisatawan dan pendaki yang ingin mendekati zona berbahaya di area gunung api untuk alasan apapun, termasuk pendokumentasian atau pembuatan konten.

Menurut kementerian, musibah yang menimpa pendaki dan wisatawan di Gunung Dukono bulan lalu merupakan tragedi besar di sektor pariwisata.

"Ini adalah tragedi besar bagi dunia pariwisata kita. Kami sangat menyayangkan terjadinya pelanggaran zona bahaya," kata kementerian.

"Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran pahit yang terakhir bagi seluruh pelaku wisata."

Kementerian Pariwisata sepakat dengan Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI), yang menyatakan bahwa upaya menerobos zona berbahaya di lingkungan gunung api aktif adalah kenekatan yang dapat berakibat fatal.

Kementerian Pariwisata menyampaikan bahwa berdasarkan laporan terkini seluruh pendaki dan wisatawan yang terdampak erupsi Gunung Dukono sudah ditemukan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa pada Jumat (8/5) sebanyak 17 pendaki Gunung Dukono berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan tiga orang lainnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Korban yang meninggal dunia terdiri atas satu warga negara Indonesia dan dua warga dari Singapura.

Kementerian Pariwisata mengapresiasi kerja keras tim dalam mengevakuasi para pendaki yang terdampak erupsi gunung berapi serta menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.