Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertumbuhan Ekonomi Asia Timur-Pasifik Terdampak Gejolak Global

📅 Senin, 02 Okt 2023, 20:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pertumbuhan Ekonomi Asia Timur-Pasifik Terdampak Gejolak Global Doc: ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak
Ket. Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo menyampaikan Laporan World Bank East Asia and Pacific Economic Update Oktober 2023 dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin (2/10/2023).

JAKARTA - Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia Timur dan Pasifik pada 2023 menjadi 5 persen, dari perkiraan sebelumnya 5,1 persen pada April 2023.

"Faktor eksternal dan domestik membentuk kinerja perekonomian jangka pendek di negara-negara Asia Timur dan Pasifik," kata Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo dalam konferensi pers virtual bertajuk "Laporan World Bank East Asia and Pacific Economic Update Oktober 2023" di Jakarta, Senin (2/10).

Aaditya menuturkan faktor eksternal utama adalah melambatnya pertumbuhan global, masih ketatnya kondisi keuangan, serta kebijakan perdagangan dan industri.

Di antara faktor domestik, yang paling penting adalah dampak dari meningkatnya utang pemerintah dan swasta serta kebijakan makroekonomi.

Pertumbuhan global diproyeksikan turun menjadi 2,1 persen pada 2023, dari 3,1 persen tahun lalu. Meskipun inflasi menurun di negara-negara besar, inflasi inti di Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa tetap tinggi dan pasar tenaga kerja tetap ketat, yang menyebabkan tingginya suku bunga.

"Perlambatan pertumbuhan global, pengetatan keuangan dan langkah-langkah proteksionisme mempengaruhi kinerja perekonomian di negara-negara Asia Timur dan Pasifik," ujarnya.

Seiring dengan melambatnya pertumbuhan global, permintaan luar negeri terhadap barang-barang manufaktur dan komoditas juga melemah. Ekspor barang telah turun lebih dari 20 persen di Indonesia dan Malaysia, dan lebih dari 10 persen di Tiongkok dan Vietnam dibandingkan dengan penurunan pada kuartal II-2022.

Laporan tersebut juga menyebutkan kebangkitan pariwisata yang sedang berlangsung telah membantu ekspor jasa di Filipina, Thailand dan banyak negara Kepulauan Pasifik.

Di sisi lain, langkah-langkah kebijakan perdagangan dan industri di negara-negara mitra dagang utama negara-negara Asia Timur dan Pasifik memengaruhi ekspor mereka.

Baru-baru ini, Undang-Undang Pengurangan Inflasi (Inflation Reduction Act) dan Undang-Undang CHIPS dan Sains pada Agustus 2022, memperkenalkan persyaratan kandungan dalam negeri terkait dengan subsidi yang diberikan di bawah undang-undang baru.

Undang-undang tersebut diikuti oleh penurunan ekspor produk-produk yang terkena dampak ke AS dari Tiongkok dan negara-negara ASEAN, dan sedikit peningkatan pada ekspor dari Kanada dan Meksiko yang dikecualikan dari persyaratan ini.

Tiongkok Terakselerasi

Aaditya mengatakan pertumbuhan di Tiongkok diproyeksikan sebesar 5,1 persen pada 2023, lebih cepat dari 3 persen pada 2022. Namun, pertumbuhan di wilayah lainnya diperkirakan akan melambat menjadi 4,6 persen pada 2023 dari 5,8 persen pada 2022, dan turun dari proyeksi 4,9 persen pada April 2023.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.